Kontribusi HKTI dalam membangun pertanian sangatlah besar, terutama dalam melakukan konsolidasi dan membantu para petani untuk meningkatkan produktivitas dan sumber daya manusia yang berkualitas.
Pemangkasan anggaran Kementan tidak konsisten dengan upaya penangan pangan pemerintah selama krisis pandemi virus corona (COVID-19) dan masa-masa yang akan datang.
Agenda yang pertama disebutkan Mentan Syahrul adalah memastikan pangan cukup bagi para korban yang mengalami musibah bencana, jangan sampai urusan pangan bersoal bagi mereka.
Program Kementan saat ini cukup komprehensif dengan melibatkan industri skala ekonomi bukan hanya orientasi bantuan saja.
Perluasan lahan pertanian saat ini sulit dilakukan mengingat terbatasnya jumlah lahan yang masih memungkinkan untuk dipakai .
Politisi Gerindra ini juga meyakini dengan cara tersebut, ketergantungan komoditas pangan yang selama ini masih diimpor seperti kedelai, gula, jagung, bawang putih dan beras bisa diatasi.
Kebijakan impor yang tidak sesuai hanya akan membuka celah kepada importir atau pencari untung lainya untuk melakukan impor secara tidak sehat.
Kementan juga menerapkan mekanisasi dari hulu sampai hilir, dan bahkan telah memanfaatkan teknologi kekinian untuk memperkuat ketahanan pangan di 2021.
Problem dari dulu hingga sekarang mengapa petani enggan menanam komoditas yang masih impor bukan karena persoalan tidak ada kecocokan dengan lahan, akan tetapi produkisnya kalah saing dengan harga impor.
Kalangan dewan meminta pemerintah agar memperbaiki roadmap pembangunan ketahanan pangan nasional.