Departemen Keuangan AS mengatakan, sanksi yang baru diumumkan Washington menargetkan industri transportasi udara dan maritim Iran akan mengarah pada pembatasan perdagangan terkait barang-barang kemanusiaan.
Kedua belah pihak telah mencapai "beberapa perjanjian" yang belum mereka sampaikan rinciannya karena khawatir sanksi dari Gedung Putih.
Ekspor untuk produk minyak mentah pada November 2019 senilai US$135 juta. Kemudian untuk ekspor hasil minyak senilai US$167,6 juta dan untuk ekspor gas US$802,8 juta
Defisit perdagangan secara bulanan pada November 2019 kemarin terjadi karena nilai impor lebih besar daripada ekspornya.
Nilai tukar rupiah di pasar spot turun lima poin (0.04 persen) ke level Rp13.995 per dolar AS dari level penutupan perdagangan sebelumnya
Kementerian Perindustrian, Tambang dan Perdagangan (MIMT) Iran mengatakan, ekspor ke CHina dari logam-logam utama sudah mencapai nilai total USD1,568 miliar antara akhir Maret dan akhir Oktober tahun ini, lonjakan 150 persen dibandingkan ke periode yang sama pada tahun 2018.
Rata-rata nilai transaksi harian BEI pada perdagangan pekan ini meningkat 6,95 persen menjadi Rp7,28 triliun dari Rp6,81 triliun
Nilai perdagangan yang melibatkan berbagai produk petchem di Iran Energy Exchange (IRENEX) dalam pekan yang berakhir pada 11 Desember 2019 sudah mencapai total 27,108 triliun real.
Sanksi baru Washington yang menargetkan industri transportasi udara dan laut Iran akan mengarah pada pembatasan perdagangan terkait barang-barang kemanusiaan.
Fokus pemerintah ke depan adalah menjaga pertumbuhan ekonomi agar tetap positif dan menekan defisit transaksi berjalan, serta pada saat yang sama memperbesar surplus neraca perdagangan