Penyitaan kapal tanker Iran yang membawa minyak Iran di Gibraltar adalah pelanggaran terhadap kesepakatan nuklir yang ditandatangani antara Iran dan negara adidaya pada 2015.
Perusahaan minyak Brasil, Petrobras enggan memberikan bahan bakar karena kapal tersebut masuk daftar sanksi Amerika Serikat (AS).
Hampir seperlima dari minyak yang digunakan secara global melewati Selat Hormuz dan itu adalah satu-satunya jalur laut di Teluk Arab yang terbuka ke lautan terbuka.
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan perusahaan China secara sadar terlibat dalam transaksi untuk pembelian atau akuisisi minyak mentah dari Iran.
Sanksi Gedung Putih tersebut kemungkinan akan memperparah ketegangan antara AS dan China yang sudah terlibat dalam perang dagang beberapa bulan terakhir.
Penyitaan kapal tanker minyak Iran yang dilakukan Inggris di Selat Gibraltar belum mempengaruhi pasokan minyak negaranya.
Komisi Eropa menyatakan "keprihatinan mendalam" atas penyitaan kapal tanker minyak Inggris di Selat Hormuz.
Situs resmi IRGC Sepahnews mengumumkan, kapal tanker Stena Impero disita atas permintaan Pelabuhan Hormozgan dan Organisasi Maritim saat melewati Selat Hormuz, karena tak mematuhi aturan laut internasional.
Kapal tanker minyak milik Emirat menghilang di Teluk Persia selama tiga hari berturut-turut.
Penyitaan kapal itu terjadi atas permintaan Amerika Serikat (AS), yang mengingkan ekspor minyak Iran ke tingkat "nol" sebagai bagian dari sanksi terhadap Republik Islam.