Rektor UMI Basri Modding, mengatakan moderasi beragama dan toleransi keberagaman sangat penting untuk membangun kebangsaan dan kemanusiaan. Sumpah Pemuda menjadi dasar bersama bagaimana moderasi beragama diterapkan oleh bangsa Indonesia.
Untuk masa depan bangsa yang lebih baik
Menparekraf Sandiaga Uno yakin para santri akan mampu bangkitkan ekonomi bangsa saat ini dan kedepannya.
Pada momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan Sumpah Pemuda hari ini, penting bagi kita mendalami dan meneladani ajaran serta kiprah kaum perempuan bagi kemajuan umat dan bangsa.
Pada intinya, saya mendukung dan membantu semampu saya, semua upaya untuk memajukan bangsa dan negara khususnya generasi muda Indonesia melalui pendidikan.
Empat Pilar MPR (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) adalah nilai-nilai luhur bangsa yang harus ada menyatu kuat dalam diri setiap rakyat Indonesia dan menjadi karakter dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
Presiden Joko Widodo menjelaskan, Sumpah Pemuda mengingatkan betapa pentingnya kata Satu; Satu Tanah Air, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa, Indonesia. Menjadi kata kunci terwujudnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.
Hari Sumpah Pemuda harus dimaknai dengan hadirnya ide kreatif, serta inovasi bangsa ini, terutama dari pemudanya untuk berkontribusi menghadirkan terobosan dan kreativitas bagi kepentingan bangsa ke depan.
Massa gabungan dari seluruh elemen bangsa, dalam momen Sumpah Pemuda kali ini mengajak seluruh bangsa untuk kembali bersatu dan merajut kembali Merah Putih.
Resistensi terhadap nasionalisme itu muncul selain akibat faktor kemajuan teknologi internet yang membuat dunia jadi semakin terbuka dan global, juga disebabkan oleh minimnya pemahaman mereka pada sejarah bangsa sendiri.