Sekelompok ilmuwan memperingatkan perubahan dramatis di salah satu gletser terbesar di Antartika, Thwaites, yang berpotensi hilang dalam waktu lima hingga 10 tahun ke depan.
Setelah seorang pejabat provinsi di provinsi Sindh selatan awalnya mengatakan varian itu telah diidentifikasi pada pasien rumah sakit swasta, NIH kemudian mengatakan mereka masih melakukan pengurutan untuk mengonfirmasi bahwa kasus tersebut adalah Omicron
Pusat Komando Epidemi Pusat pulau itu mengatakan infeksi ditemukan pada pelancong yang datang dari Inggris, negara Afrika selatan Eswatini dan Amerika Serikat (AS).
Sedikitnya 53 migran sebagian besar Amerika Tengah tewas, ketika truk yang mengangkut mereka terbalik di Meksiko selatan pada Kamis (Jumat waktu setempat).
Banyak negara Barat meluncurkan booster, yang menargetkan orang tua dan orang-orang dengan masalah kesehatan lainnya, tetapi kekhawatiran tentang Omicron yang menyebar cepat mendorong beberapa negara memperluas program booster.
Belum diketahui secara jelas berapa banyak infeksi yang disebabkan oleh Omicron, mengingat hanya sebagian kecil sampel yang diurutkan, tetapi para ahli percaya varian tersebut, mendorong gelombang infeksi keempat di Afrika Selatan.
Perusahaan Jerman-Amerika Serikat (AS) mengatakan dua dosis vaksin mereka menghasilkan antibodi penetralisir yang jauh lebih rendah tetapi masih bisa melindungi terhadap penyakit parah.
Saat ini adalah waktu yang tepat untuk membendung penyebaran varian COVID-19 sebelum lebih banyak pasien Omicron dirawat di rumah sakit.
Omicron tidak tampak lebih buruk daripada jenis sebelumnya berdasarkan indikasi awal dan bahkan kemungkinan lebih ringan.
Bukan tanpa alasan, menurut dia, hal itu diutarakan lantaran sampai saat ini masih banyak daerah yang belum terjangkau listrik. Padahal sejumlah daerah seperti Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan surplus pasokan listrik.