Taxi Alsintan ini merupakan program yang diinisiasi langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo agar petani dan pelaku usaha di sektor pertanian bisa melakukan pengadaan alsintan secara mandiri melalui fasilitasi KUR.
Kementerian Pertanian melakukan upaya menjamin ketersediaan kedelai utamanya untuk mencukupi kebutuhan konsumsi rumah tangga melalui fasilitasi pengembangan 52 ribu hektar kedelai yang tersebar di 16 daerah.
BPP Kostratani sebagai pusat pembelajaran termasuk tentang mitigasi dan adaptasi pertanian terkait perubahan iklim.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo yang dijadwalkan hadir cara langsung, terpaksa harus membuka pelatihan tersebut secara virtual karena tertular COVID-19 varian Omicron.
Karantina Pertanian juga menyiapkan Smart Green House dan Kebun Tani khusus untuk komoditas unggulan ekspor.
Sejak satu tahun lalu mulai aktif melakukan digitalisasi penyuluhan dengan memanfaatkan kanal media sosial YouTube.
Berkat pelatihan-pelatihan dari Sekolah Lapang selama ini, produktivitas pertanian di Pasaman Barat berhasil mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Kementeria Pertanian (Kementan) perlu mengadopsi sistem pertanian yang sustainable dan mampu mengatasi dampak perubahan iklim.
Pembatasan junis pupuk bersupsidi ini dapat berakibat berkurangnya produktivitas maupun degradasi lahan karena penggunaan pupuk yang tidak seimbang.
Penyuluh pertanian memiliki peran penting untuk mendukung kegiatan Urban Farming.