Raja Salman menceritakan tentang pengorbanan Jenderal al-Fagham dalam melayani negara.
Riyadh berusaha meredakan situasi dengan mengkambing hitamkan 11 orang yang hingga kini tidak diketahui publik dan menghadiahi hukuman mati lima dari 11 orang tersebut.
Arab Saudi bersedia menormalkan hubungannya dengan Israel jika Washington bersedia membantunya mengalahkan Iran.
Iran sudah mengerahkan langkah-langkah pencegahan yang berkelanjutan untuk menangkal segala macam agresi dari musuh.
Iran tidak mendapat untung dari serangan terhadap pabrik pengolahan minyak di sebelah timur Arab Saudi pada 14 September.
Salman juga mengisyaratkan penarikan ambisinya di Yaman, menyatakan minatnya pada solusi politik dan menyambut proposal perdamaian Ansarullah baru-baru ini.
Demikian pernyataan juru bicara pemerintah Iran Iran, Ali Rabiei, pada Senin (30/9) di tengah ketegangan Teheran dan Riyadh pasca penyerangan kilang minyak Saudi awal bulan ini.
Serangan pada 14 September lalu itu sudah terang-terangan diklaim oleh militer Houthi. Namun Saudi tetap bersikukuh mengatakan bawah seranga tersebut disponsori oleh Iran.
Dia tetap membantah tuduhan bahwa telah memerintahkan pembunuhan tersebut.
Meskipun dukungan internasional untuk proposal tersebut mengalir, Arab Saudi masih mengejar kebijakan perang nuklirnya dan terus membom berbagai wilayah di Yaman.