Sikap AS tidak akan pernah menghentikan Yaman yang menjadi korban perang Arab Saudi untuk memberikan tanggapan seperti ini.
Arab Saudi adalah pengekspor minyak terbesar di dunia dengan mengirimkan sekitar 7 juta barel minyak mentah setiap hari di seluruh dunia.
Trump lebih yakin yang melakukan serangan itu adalah Iran, bukan Yaman
Serangan itu dilakukan bersama intelijen dan bekerja sama dengan orang-orang terhormat dan pencari kebebasan tertentu di Arab Saudi.
Arab Saudi diminta menghentikan agresi dan blokade terhadap Yaman, atau tentara Yaman menghantam Negeri Petro Dolar di mana saja dan kapan saja yang dipilihnya.
Dua serangan pesawat tak berawak menghantam fasilitas Abqaiq dan Khurais. Abqaiq adalah rumah bagi pabrik pengolahan minyak terbesar milik negara, Saudi Aramco.
Sepuluh drone yang diterbangkan gerakan Ansarullah Yaman untuk menyasar fasilitas minyak utama Arab Saudi di Abqaiq dan Khura pada Sabtu (14/9).
Untuk memasok kembali minyak mentah 5,7 juta barel per hari bisa memakan waktu berminggu-minggu.
Padahal Washington pada Minggu (15/9) kemarin menuding Iran sebagai dalang atas serangan drone yang menargetkan pabrik minyak Arab Saudi.
Pompeo menuding Iran sebagai dalang serangan terhadap pabrik minyak Saudi, yang menyebabkan pemangkasan setengah dari produksi kerajaan.