Nadiem mengatakan, Guru Penggerak merupakan program yang dirancang untuk memberikan pembekalan kompetensi kepada para guru mulai dari jenjang TK/PAUD hingga SMA, guna menyiapkan guru dan kepala sekolah masa depan.
Seleksi ini akan dilakukan mulai 18 Januari 2021, dan terbuka untuk guru jenjang TK, SD, SMP dan SMA.
Dalam SNMPN 2021 ini, terdapat 44 politeknik negeri se-Indonesia yang dapat menjadi pilihan para lulusan SMA, SMK, dan MA.
Dua siswa peraih medali emas adalah Peter A. Sadhani dari SMA Aloysius 1 Bandung, Jawa Barat dan Wilson C. Putra dari SMA Sutomo 1 Medan, Sumatera Utara.
Ajakan ini disambut baik para netizen yang juga tidak setuju dengan kehadiran galon sekali pakai ini karena dinilai akan menambah limbah sampah plastik yang merusak lingkungan.
Setelah dijemput orangtuanya, 10 pelajar SMP dan SMA dari Bogor dipulangkan polisi.
Diikuti oleh 4.000 peserta didik dari jenjang SD/SDLB, SMP/SMPLB, SMA/SMALB atau SMK/SMKLB, dan perguruan tinggi, kegiatan ini akan dilakukan secara virtual pada 31 Oktober 2020 pukul 09.00-12.00 WIB. Pendaftaran akan ditutup pada 30 Oktober 2020.
Rincian dari bantuan tersebut terdiri dari 946 ribu untuk jenjang PAUD, 5,3 juta jenjang SD; 2,5 juta jenjang SMP; 1,6 jenjang SMA; 1,3 juta jenjang SMK, 35 ribu SLB, dan 27 ribu untuk kesetaraan. Selain itu guru berjumlah 957 ribu, mahasiswa 915 ribu dan dosen 65 ribu.
Pendaftaran seleksi bagi calon Guru Penggerak angkatan kedua dibuka mulai 13-31 Oktober 2020. Seleksi calon Guru Penggerak angkatan kedua terbuka untuk guru jenjang TK, SD, SMP, dan SMA.
Api perjuangan kemerdekaan bangsa lahir atas pemahaman sejarah