Kapal itu mendarat hanya beberapa hari setelah China mengakhiri latihan perang terbarunya di sekitar pulau itu.
Latihan ini merupakan bagian dari upaya mendorong kerja sama keamanan yang lebih besar untuk melawan ancaman rudal Korea Utara.
Pertemuan Komisi Militer Pusat dari Partai Buruh yang berkuasa pada Senin terjadi di tengah meningkatnya ketegangan karena laju latihan militer bersama oleh Amerika Serikat dan Korea Selatan semakin intensif.
Lebih dari 17.000 tentara ambil bagian dalam latihan tahunan, dengan sekitar 12.200 tentara AS, 5.400 anggota angkatan bersenjata Filipina (AFP) serta perwakilan dari negara lain, termasuk Australia.
Latihan terbaru Negeri Tirai Bambu itu mensimulasikan serangan di Taiwan dan sebuah laporan media pemerintah mengatakan lusinan pesawat telah melakukan blokade udara.
Uni Eropa mengatakan status pulau itu tidak boleh diubah secara paksa karena eskalasi, kecelakaan, atau penggunaan kekuatan apa pun di sana akan memiliki implikasi global yang sangat besar.
Jet tempur dan kapal perang China mensimulasikan serangan di pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu selama akhir pekan dalam latihan yang memicu kecaman dari Taipei dan seruan untuk menahan diri dari Washington.
Televisi pemerintah China melaporkan patroli kesiapan tempur dan latihan di sekitar Taiwan terus berlanjut.
Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pada Sabtu pihaknya mendeteksi tiga kapal perang dan 13 pesawat China di sekitar pulau itu.
Korea Utara mengkritik latihan tersebut sebagai "pemicu untuk mendorong situasi di semenanjung Korea ke titik ledakan".