Rentannya sektor ekonomi akibat pandemi, turut membuat ideologi bangsa rentan terhadap infiltrasi ideologi asing, termasuk terhadap radikalisme dan ekstrimisme.
Bukankah Pancasila banyak memakai kosakata dalam Bahasa Arab, sementara Pancasila tetap menjadi dasar dan ideologi negara Republik Indonesia.
Aspek yang perlu dijadikan adalah ideologi dan nilai-nilai kebangsaan, yaitu bagaimana yang “sukarela” dalam bela negara.
Tekanan dan beban kehidupan yang dirasakan semakin sulit dan berat, terutama di saat pandemi saat ini, berpotensi mendorong tumbuh suburnya radikalisme sebagai solusi instan dan pelarian dari berbagai himpitan persoalan hidup.
Gotong royong merupakan nilai dasar ideologi kebangsaan yang saat ini diperlukan dalam rangka mempererat tali kebangsaan dengan memperkuat persatuan bangsa.
Bamsoet menjelaskan, seiring dengan gencarnya vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pemerintah, MPR RI juga terus gencar melaksanakan vaksinasi ideologi melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.
Dalam kaitan ini, generasi muda bangsa khususnya mahasiswa dituntut agar mampu membangun benteng ideologi bagi diri pribadi dan lingkungannya.
Bamsoet mengingatkan, di tengah himpitan beragam persoalan yang dihadapi di masa pandemi, masih ada persoalan yang tidak kalah pelik, yaitu tergesernya nilai-niai kearifan lokal dan jati diri bangsa, khususnya di kalangan generasi muda.
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan kunci agar Indonesia bisa segera merdeka dari pandemi Covid-19 dan ancaman radikalisme adalah vaksinasi kesehatan dan vaksinasi ideologi.
Maka dari itu MPR RI terus melakukan vaksinasi ideologi melalui sosialisasi Empat pilar MPR.