Resistensi terhadap nasionalisme itu muncul selain akibat faktor kemajuan teknologi internet yang membuat dunia jadi semakin terbuka dan global, juga disebabkan oleh minimnya pemahaman mereka pada sejarah bangsa sendiri.
Kalau kita bedah dari analisa ideologi, ekonomi, sosial dan budaya, pondok pesantren merupakan salah satu institusi yang paling nyata berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di Indonesia ini
Hidayat Nur Wahid menjelaskan para pemuda Indonesia tampil bersama dengan pejuang bangsa, TNI, dan para ulama untuk menyelamatkan Indonesia dari ideologi komunis atau pemberontkan komunisme pada tahun 1948 dan 1965.
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan bahwa Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia, hadir karena kenegarawanan pada pendiri bangsa yang sangat kuat.
Periode 2014-2019, kejahatan transnasional meningkat sekitar 300 persen, sementara kejahatan kekayaan negara meningkat sekitar 200 persen.
Bersama MPR RI, TNI harus terlibat dalam vaksinasi ideologi menggunakan vaksin `Empat Pilar MPR RI`, untuk meningkatkan imunitas masyarakat agar memiliki kekebalan dalam menghalau nilai-nilai asing yang mengancam jati diri dan karakter bangsa Indonesia.
Lestari mengungkapkan, para pendahulu bangsa mempertahankan keyakinannya terhadap ideologi Pancasila dengan semangat pantang menyerah hingga mengorbankan nyawa.
Menginternalisasikan Pancasila kepada masyarakat sebagai ideologi berbangsa dan bernegara tidak lagi bisa hanya semata-mata mendasarkaan pada yang pernah dipikirkan di masa lalu.
Menguatkan komitmen dan intelektualitas cinta Agama, Bangsa dan NKRI dengan menguatkan Bhinneka Tunggal Ika.
Kita memiliki teori, ideologi, sejarah, perjalanan panjang perjuangan yang sudah sangat teruji.