Gencatan senjata yang dimediasi oleh Mesir dicapai setelah 11 hari serangan udara Israel terhadap Jalur Gaza yang diblokade
Kelompok militan Palestina, Hamas menuduh Direktur Operasi UNRWA di Jalur Gaza, Matthias Schmale, membenarkan serangan Israel di wilayah pantai.
AS mendukung penuh Israel melawan serangan Hamas dan mengatakan akan mencegah milisi mendapatkan keuntungan dari dana rekonstruksi Gaza.
Gencatan senjata bukan berarti melupakan dampak panjang krisis kemanusiaan
Serangan udara Israel di Jalur Gaza sejak 10 Mei telah menewaskan lebih dari 200 warga Palestina, menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal dan menghancurkan bangunan dan infrastruktur utama air dan listrik di wilayah yang diblokade.
Tidak hanya itu, Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional Badan Siber Sandi Negara juga mencatat, sepanjang Januari-November 2020 setidaknya ada 423 juta serangan siber ke Indonesia.
Tim medis Gaza tidak dapat secara memadai merawat mereka yang terluka dalam serangan udara Israel karena Jalur tersebut kekurangan peralatan medis dan obat-obatan yang diperlukan.
Pasukan Israel dengan sengaja menargetkan dua jaringan pipa air di daerah Al-Saftawi yang memotong pasokan untuk 20 persen penduduk Kota Gaza.
Rumah dan apartemen menjadi sasaran selain situs militer milik Hamas dan Jihad Islam, memaksa lebih banyak keluarga dari daerah perbatasan untuk meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan di sekolah-sekolah yang dikelola PBB.
Yousef Abu Hussein kehilangan nyawanya setelah serangan udara Israel menghantam rumahnya di lingkungan Sheikh Radwan di utara Kota Gaza.