Bulan lalu Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengupayakan agar sanksi PBB terhadap Iran kembali diberlakukan, agar embargo senjata konvensional ke Iran tidak berakhir pada 18 Oktober.
Tiga pihak Eropa dalam kesepakatan nuklir, Prancis, Inggris dan Jerman mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Minggu bahwa setiap keputusan atau tindakan yang diambil untuk memberlakukan kembali sanksi PBB tidak akan memiliki efek hukum.
Antonio Guterres mengutuk eksekusi sembilan warga Yaman oleh Houthi atas dugaan keterlibatan mereka dalam pembunuhan seorang pejabat senior Houthi
Sanksi baru tersebut sesuai dengan upaya Presiden Donald Trump untuk membatasi pengaruh regional Iran.
Negara mana pun yang dianggap menentang Washington akan ditolak aksesnya ke sistem dan pasar keuangan AS.
Zarif menegaskan bahwa tidak akan ada sanksi baru dari Dewan Keamanan PBB terhadap Iran pada 20 September 2020 mendatang.
sebanyak 31 LSM menyerukan masyarakat internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menekan pihak-pihak di Yaman
Pompeo mengatakan bahwa sanksi terhadap Iran akan aktifkan kembali pada tengah malam GMT pada 20 September.
Pompeo menegaskan meskipun Uni Eropa dan PBB tidak setuju dengan keputusan AS menarik diri dari Pakta Nuklir 2015 pada 2018, dan menerapkan kembali sanksi sepihak terhadap Iran, AS bertujuan untuk menjaga keamanan dunia.
Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama dengan Pengelola Barang Bukti (PBB) KPK menyita aset berupa tanah dan bangunan seluas 31.815 meter persegi atas nama Mojokerto Mustofa Kamal Pasha.