Kelompok negara G7 mengutuk kudeta militer di Myanmar, dan prihatin dengan nasib para pemimpin politik yang ditahan seperti Aung San Suu Kyi.
Tenaga kesehatan Myanmar di 70 rumah sakit melakukan mogok kerja pada Rabu (3/2), pasca kudeta militer yang berujung penahanan terhadap pemimpin Aung San Suu Kyi pada Senin (1/2) lalu.
Pada 8 Januari tahun lalu, Meghan Markle dan Duke of Sussex mengejutkan dunia ketika mereka mengumumkan pengunduran diri dari keluarga kerajaan.
Para dokter mengancam akan berhenti bekerja bahkan saat infeksi virus corona (COVID-19) yang terus meningkat di negara berpenduduk 54 juta itu.
Situs web Bank Dunia mencantumkan US $ 900 juta dalam komitmen pinjaman Bank Dunia ke Myanmar pada tahun 2020, dan US $ 616 juta pada tahun 2017.
Tentara Myanmar menahan Aung San Suu Kyi dan para pemimpin sipil lainnya, dan menuduh partai Suu Kyi melakukan kecurangan atas kemenangan besar dalam pemilihan umum baru-baru ini.
Beberapa tokoh politik Myanmar, termasuk Penasihat Negara Aung San Suu Kyi dan pemimpin Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) lainnya ditahan di tengah meningkatnya ketegangan antara pemerintah sipil dan militer negara itu.
Washington akan terus membela demokrasi terlebih saat demokrasi itu sendiri diserang.
China meminta semua pihak di Myanmar menyelesaikan polemik, pasca militer merebut kekuasaan dan menahan pemimpin sipil yang terpilih secara demokratis Aung San Suu Kyi.
Proses repatriasi yang didukung PBB gagal dilakukan. Bangladesh juga mulai mengirim beberapa pengungsi ke pulau terpencil di Teluk Benggala.