Pengumumam maju kembali dipandang sebagai ujian bagi reformasi demokratis sementara negara Asia Tenggara itu.
Sebanyak 1.923 peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) akan mengikuti seleksi UTBK susulan pada 30 Juli 2020 mendatang.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Nizam, meninjau pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer di Pusat UTBK Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Bogor, Jawa Barat pada Rabu (22/7).
Selain masjid, Teheran juga memerintahkan penutupan gedung olahraga dan kolam renang, serta penundaan ujian dan ujian sekolah.
Nasih mengungkapkan, sebanyak 1.505 peserta tidak bisa mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahap pertama, karena datang dengan kondisi tubuh kurang sehat.
Pandemi Covid-19 yang menyerang sejumlah negara akan membuktikan kekuatan para pemimpin baik level nasional, daerah, hingga dunia. Sebab, krisis ini menjadi ujian para pemimpin dalam menuntaskan sejumlah persoalan.
Ketua LTMPT Mohammad Nasih memaparkan pelaksanaan tes UTBK per hari diubah dari empat sesi menjadi dua sesi. Rinciannya ialah, sesi pertama dilaksanakan pukul 09.00-11.15 waktu setempat, dan sesi kedua pada pukul 14.00-16.15 waktu setempat.
Wabah penyakit adalah ujian bagi ketahanan nirmiliter sebuah negara, terutama di sektor kesehatan dan pangan.
Pandemi adalah ujian terbesar yang dihadapi dunia sejak badan dunia itu didirikan 75 tahun lalu.
Komite virus corona nasional juga mempertimbangkan membuka kembali sekolah-sekolah di daerah berisiko rendah pada 16 Mei untuk memungkinkan satu bulan kelas sebelum ujian diadakan.