Musik selama ini dikenal mampu mencerahkan suasana hati, membuat aktivitas berat terasa lebih ringan. Namun, studi terbaru dari UCLA mengungkap bahwa musik juga berperan penting dalam menguatkan memori—asal menimbulkan respons emosional yang tepat.
Sebuah studi dari University of California, Los Angeles menunjukkan bahwa orang yang otaknya merespons dunia dengan cara serupa cenderung lebih mudah menjadi teman dekat. Sebelum percakapan terjadi, otak mereka mungkin sudah lebih dulu “selaras”.
Studi Temukan Risiko Serangan Jantung Melonjak saat Panas dan Lembab Ekstrem
Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan dari University of Oulu, Finlandia, dan dipublikasikan di Environmental Research. Ini adalah studi pertama yang meneliti dampak kebisingan lalu lintas terhadap kesehatan mental pada lebih dari 114.000 anak dan remaja dalam periode hingga 10 tahun.
Kennedy Ragukan Vaksin, Studi Temukan Kandungan Aluminium Tidak Berisiko
Selama ini, gosip kerap diasosiasikan dengan hal negatif—tajam, tak berguna, bahkan bisa merusak hubungan sosial. Namun sebuah studi dari University of California, Riverside justru menemukan bahwa kebiasaan ini bisa berdampak positif dalam hubungan romantis.
Setelah puluhan tahun dianggap sebagai gangguan psikosomatik, sindrom kelelahan kronis atau ME/CFS akhirnya menunjukkan jejak biologisnya. Studi genetik berskala besar dari Inggris mengungkap delapan sinyal genetik yang terkait dengan penyakit ini.
Kebiasaan menikmati kopi larut malam kini mendapat sorotan baru dari dunia sains. Sebuah studi dari University of Texas at El Paso (UTEP) mengungkap bahwa kafein yang dikonsumsi setelah matahari terbenam dapat memicu perilaku impulsif.
Pameran THEFI di Jakarta turut menghadirkan berbagai perguruan tinggi dari Taiwan yang menawarkan informasi lengkap seputar program studi, beasiswa, kesempatan magang, dan kursus Bahasa Mandarin.
Bisakah Letusan Gunung Berapi Dicegah? Studi Baru Ungkap Cara Tak Terduga di Campi Flegrei