Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa hanya dengan melakukan aktivitas fisik intens selama satu menit per hari, seseorang bisa secara signifikan menurunkan risiko kematian. Temuan ini menjadi angin segar bagi mereka yang kesulitan meluangkan waktu untuk berolahraga secara rutin.
temuan ilmiah terbaru dari UCLA Health menyebut bahwa penyebab obesitas jauh lebih kompleks daripada sekadar pilihan gaya hidup.
Kebiasaan menggunakan ponsel saat buang air besar mungkin terasa sepele, namun studi terbaru menunjukkan bahwa toilet scrolling bisa berdampak serius bagi kesehatan, khsusunya meningkatkan risiko terkena wasih hingga 46 persen.
Temuan ini berasal dari studi yang dilakukan tim psikolog dari University of Sussex. Mereka menemukan bahwa menyempitkan mata diikuti dengan kedipan pelan—mirip seperti senyum versi kucing—dapat memicu respons positif dari hewan berbulu ini.
Majelis Tinggi Universitas Al-Azhar resmi menyetujui pendirian Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Fakultas Bahasa dan Terjemah, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
Dua studi berskala besar dari Spanyol dan Amerika Serikat menemukan bahwa perubahan gaya hidup yang sederhana dapat memberikan perlindungan signifikan terhadap diabetes tipe 2 dan demensia. Kunci pencegahan tersebut terletak pada pola makan Mediterania, aktivitas fisik teratur, dan dukungan yang berkelanjutan.
Kulit manusia ternyata punya peran lebih besar dalam menentukan kenyamanan suhu di dalam ruangan dibandingkan suhu udara itu sendiri. Sebuah tinjauan global terhadap 172 studi ilmiah membuktikan bahwa suhu kulit berkaitan erat dengan bagaimana seseorang merasakan kenyamanan termal.
Minum kopi sambil menjalani pengobatan antibiotik bisa jadi bukan ide terbaik. Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa kafein dapat mengganggu efektivitas antibiotik tertentu dalam melawan bakteri seperti Escherichia coli (E. coli).
Pandangan lama bahwa evolusi adalah hasil dari mutasi acak dan seleksi alam kini mulai digeser. Sebuah studi revolusioner dari tim ilmuwan Inggris menunjukkan bahwa proses evolusi ternyata memiliki pola yang dapat diprediksi
Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal PLOS One membuktikan bahwa elemen-elemen musik seperti tempo, energi, dan tingkat akustik dapat memengaruhi cara seseorang mengingat masa lalu. Studi ini dilakukan oleh dua peneliti dari Inggris, Safiyyah Nawaz dan Diana Omigie.