Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Prof. dr. Abdul Kadir beralasan sekitar 10,7 persen kasus Covid-19 terjadi pada lansia.
Pemberian vaksin bagi lansia ini akan dilakukan sebanyak dua kali dengan rentang jarak waktu 28 hari.
Juru bicara Biofarma, Bambang Heriyanto memastikan vaksin Covid-19 aman untuk para lansia.
Jumlah penerima vaksinasi pada tahap kedua ini mencapai 38,5 juta orang, yang terdiri dari 16,9 juta pekerja pelayanan publik dan 21,5 juta lansia.
Vaksinasi menyasar 16,9 juta pelayanan publik dan 21,5 juta lansia.
Maroko mulai memberikan vaksinasi Covid-19 untuk para lansia yang berusia lebih dari 65 tahun.
Menurut Lestari, lansia merupakan kelompok berisiko tinggi karena berpotensi mengalami kondisi kesehatan memburuk dan risiko kematian akibat Covid-19 yang tinggi.
Pada 11 Agustus, Rusia adalah yang pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin COVID-19, Sputnik V yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian Nasional Gamaleya untuk Epidemiologi dan Mikrobiologi Kementerian Kesehatan Rusia.
Mekanisme pemberian vaksin perlu disusun berdasar skala prioritas, dengan mendahulukan kelompok masyarakat yang rentan terpapar seperti para tenaga medis dan lansia.