Puing-puing dari senjata yang menyerang perusahaan minyak negara Arab Saudi, Aramco sudah diperiksa dan PBB belum dapat memverifikasi klaim Washington dan Riyadh.
Marwa al-Khuzaim akan menjadi kepala kantor perwakilan Aramco di Singapura mulai Desember, setelah menggantikan Nader al-Arfaj.
Gedung Putih mengumumkan akan mengerahkan sekitar 500 tentara ke ladang minyak yang dikendalikan pasukan Kurdi yang didukung AS.
Serangan itu merupakan tanggapan terhadap perang yang dipimpin Arab Saudi di negara mereka. Namun, Riyadh dan Washington justru menduing Iran di balik serangan itu.
Analis dan bankir percaya sebelum serangan Yaman bahwa pendapatan Aramco sebesar USD2 triliun tidak realistis, angka riil kemungkinan hanya USD1,5 triliun.
Iran tidak mendapat untung dari serangan terhadap pabrik pengolahan minyak di sebelah timur Arab Saudi pada 14 September.
Demikian pernyataan juru bicara pemerintah Iran Iran, Ali Rabiei, pada Senin (30/9) di tengah ketegangan Teheran dan Riyadh pasca penyerangan kilang minyak Saudi awal bulan ini.
Serangan pada 14 September lalu itu sudah terang-terangan diklaim oleh militer Houthi. Namun Saudi tetap bersikukuh mengatakan bawah seranga tersebut disponsori oleh Iran.
Keempat sistem radar Sentinel dan baterai Patriot seharusnya mengamankan Arab Saudi utara. Saat ini, sebagian besar pertahanan udara rezim Riyadh lebih dekat ke perbatasan selatan dengan Yaman.
Pekan ini, Aramco mengajukan dokumen permintaan proposal (Request For Proposal atau RfP) ke bank awal untuk mendapatkan pinjaman.