Mengacu pada data Badan Pusat Statistik pada 2019, komposisi usia produktif penduduk Indonesia sebesar 68,7%. Menurut Wayan, ini adalah bonus keuntungan demografi.
Indonesia dinilai perlu menyiapkan generasi emas untuk menghadapi bonus demografi yang diprediksi terjadi pada tahun 2045 mendatang.
Negara-negara maju seperti Jepang, Kanada atau negara-negara Skandanavia tak lagi produkti karena kolompok usia produktif terus menyusut
Terlebih lagi angkatan muda ini sudah masuk dalam satu lingkungan hidup teknonologi 4.0
Faisal menegaskan, bonus demografi, dimana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dari non produktif, akan mencapai puncaknya dalam waktu yang tidak lama lagi.
Tren perkembangan demografi ini tentu berdampak besar pada potensi dan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah, termasuk di dalamnya zakat.
Jadi secara demografis mereka pedudik kota, milenial kemudian kelas menengah
Kementerian Pertanian (Kementan) terus menyiapkan sarana dan prasarana menghadapi bonus demografi yang diperkirakan mencapai 64 persen.
Angka bonus demografi di Pulau Bali belakangan terus mengalami penurunan, terkait dengan pola pikir sebagian masyarakat di mana memiliki 2 orang anak dianggap sudah cukup, dengan dalih agar tidak merepotkan pihak orang tua.
Momentum globalisasi ekonomi yang kini diikuti revolusi industri 4.0 serta bonus demografi yang akan dirasakan Indonesia dalam beberapa tahun ke depan menjadi faktor pendorong bangsa Indonesia untuk mampu melesat menjadi sebuah negara dengan kekuatan ekonomi yang lebih besar