Iran mengumumkan tidak akan lagi mematuhi Perjanjian Nuklir 2015, setelah Amerika Serikat (AS) membunuh komandan Pasukan Quds, Jenderal Qassem Soleimani
Respons terhadap pembunuhan Jenderal Soleimani bukan hanya tanggung jawab Iran, tetapi juga seluruh sumbu perlawanan
Salah jika meninggalkan pembunuhan Jenderal Iran Qasem Soleimani tanpa tanggapan.
Trump mengatakan bahwa 52 target mewakili 52 orang Amerika yang disandera di Iran selama 444 hari setelah ditangkap di Kedutaan Besar AS di Teheran
Kepala Eksekutif Afghanistan untuk Pemerintah Persatuan Nasional, Abdullah Abdullah menyesalkan agresi AS yang menewaskan Jenderal Soleimani.
Ia menyurati kepada Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal Antonio Guterres, yang menyatakan, pembunuhan dengan dalih apa pun adalah contoh nyata terorisme negara dan merupakan tindakan kriminal yang melanggar prinsip dasar hukum internasional.
IRGC mengumumkan pada Jumat (3/1) pagi bahwa Mayor Jenderal Soleimani dan al-Muhandis menjadi tegwas dalam serangan yang helikopter AS. Kelompok pro-pemerintah Irak juga mengkonfirmasi insiden itu.
IRGC mengumumkan pada Jumat (3/1) pagi bahwa Mayor Jenderal Soleimani dan komandan kedua Mobilisasi Populer Irak (PMU), Abu Mahdi al-Muhandis tewas dalam serangan helikopter AS.
Menyusul ancaman Trump, Kepala Angkatan Darat Iran Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi mengatakan,pasukannya siap menghadapi AS dan sekutunya.
Idham menambahkan mulai besok hingga malam tahun baru mereka akan cek dan turun ke wilayah