Lebih dari 250 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak, tewas selama kampanye pengeboman terbaru Israel.
Wilayah Mediterania yang ramai, rumah bagi sekitar 2 juta warga Palestina, telah berada di bawah blokade Israel sejak 2007.
Balon api dan serangan udara adalah kekerasan terbaru yang menambah tekanan pada gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan penguasa Hamas di Gaza yang mulai berlaku pada 21 Mei, mengakhiri 11 hari pertempuran sengit.
Dalam sebuah pernyataan, tentara Israel mengatakan mereka menyerang kompleks Hamas. Mereka mengatakan, siap untuk semua skenario, termasuk pertempuran baru dalam menghadapi aksi teroris lanjutan yang berasal dari Gaza.
Pada hari yang sama, faksi Palestina, Hamas menyerukan peringatan `Hari Kemarahan` di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki Israel. Hamas memperingatkan bahwa permusuhan akan terus berlanjut jika pawai itu tetap digelar.
sekitar 4.000 truk dilarang masuk, mengangkut barang dan kebutuhan pokok yang kini menumpuk di pelabuhan dan gudang dengan biaya yang mahal bagi pemiliknya.
Selama agresi di Jalur Gaza, kota industri Gaza mengalami kerugian besar, karena kota itu menjadi sasaran pemboman langsung, yang menyebabkan penghancuran sebagian besar proyek pembangkit listrik tenaga surya.
Kerugian tersebut antara lain rusaknya ratusan hektar tanaman sayuran dan pohon akibat penargetan langsung, serta terganggunya aliran air untuk irigasi
Akses ke tanah serta tidak adanya pasar terbuka untuk produk, termasuk peluang ekspor, sudah menjadi masalah besar karena blokade Israel yang sedang berlangsung di Gaza.