Salah satu bentuk komitmen AS, lanjut Biden, bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir selama masa jabatannya.
AS melancarkan satu serangan udara, yang menargetkan milisi yang didukung oleh Iran di Irak dan Suriah pada Minggu (27/6) kemarin.
Iran dan pasukan regional yang didukungnya semakin mengandalkan drone di Yaman, Suriah, Irak dalam beberapa tahun terakhir.
Ketua parlemen Iran menegaskan bahwa Teheran tidak akan pernah menyerahkan gambar situs nuklir ke pengawas nuklir PBB, IAEA, mengingat perjanjian pemantauan dengan badan tersebut telah berakhir.
Pemimpin tertinggi pada bulan Januari melarang penggunaan vaksin buatan Amerika Serikat (AS) dan Inggris, terutama yang dikembangkan oleh Pfizer dan Moderna, dengan alasan tidak dapat dipercaya.
AS masih memiliki perbedaan serius dengan Iran, yang terus bernegosiasi sejak pemilihan presiden pekan lalu yang dimenangkan oleh garis keras Ebrahim Raisi.
Sabotase yang dilaporkan juga terjadi sehari setelah Departemen Kehakiman AS mengatakan telah m 33 semblokir itus web media yang dikendalikan pemerintah Iran, menuduh mereka dihosting di domain milik AS yang melanggar sanksi.
Situs-situs yang diblokir termasuk Press TV, saluran televisi satelit berbahasa Inggris utama pemerintah Iran, dan Al Alam, yang setara dengan bahasa Arab.
vaksin Pasteurcovac, yang dikenal sebagai Soberana 2 di Kuba, diharapkan akan dilisensikan untuk penggunaan umum minggu ini di Iran.
Prioritas kebijakan luar negerinya adalah meningkatkan hubungan dengan tetangga-tetangga Iran di Teluk Arab, sambil menyerukan saingan regional Iran, Arab Saudi, untuk segera menghentikan intervensinya di Yaman.