Hubungan antara Washington dan Tehran merenggang sejak Presiden AS, Donald Trump mulai menjabat dan menerapkan kembali sanksi terhadap Iran setelah menarik diri dari perjanjian nuklir.
Hal itu menyusul laporan menunjukkan ada kenaikan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS), dan sanksi minyak Venezuela.
Zanganeh mengungkapkan meski Yunani dan Italia telah dibebaskan dari sanksi AS tersebut, namun mereka tetap tidak membeli minyak dari Iran.
Namun demikian, sanksi-sanksi Amerika Serikat terhadap minyak Venezuela dan pemotongan pasokan minyak mentah yang dipimpin Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) membatasi penurunan lebih lanjut harga minyak.
Harus ada sanksi tegas bagi sekolah-sekolah jika terbukti melakukan pelanggaran hak anak.
Inggris, Jerman, dan Perancis telah secara resmi membentuk mekanisme Eropa untuk memungkinkan perdagangan non-dolar dengan Iran, sehingga menghindari sanksi Amerika Serikat terhadap negara tersebut.
Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa negeri persia itu menghadapi tantangan ekonomi terbesar sejak revolusi Islam tahun 1979 dan dia menyalahkan Amerika setelah pengenaan kembali sanksi oleh pemerintahan Trump.
Harga minyak mentah naik pada awal perdagangan karena sanksi pemerintah Amerika Serikat terhadap perusahaan energi milik negara Venezuela, PDVSA
Hal itu menyusul pemerintah Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi ke perusahaan energi Venezuela, PDVSA.
Departemen Kehakiman AS menyegel dakwaan pidana terhadap raksasa teknologi China Huawei, dua anak perusahaannya dan seorang eksekutif puncak, yang dituduh menyesatkan bank tentang bisnis perusahaan dan melanggar sanksi AS, Senin (28/01) waktu setempat.