Trump menunjukkan ketidakpatuhannya terhadap hukum internasional dengan mengancam akan menyerang situs-situs penting yang terkait dengan Iran, jika Teheran berusaha membalasa kematian Jenderal Soleimani.
Kandidat presiden Demokrat Joe Biden menyerukan diplomasi yang lebih besar untuk menghindari perang
Bentrokan dimulai ketika jutaan pelayat membawa tubuh Soleimani dari Lapangan Azadi Kerman ke lokasi pemakamannya di pemakaman para martir.
Zarif selanjutnya mengecam Presiden AS, Donald Trump karena mengancam menyerang 52 situs dan kebudaya Iran, jika Teheran membalas pembunuhan Jenderal Soleimani.
Hal ini dilakukan pasca terbunuhnya komandan Pasukan Quds Iran, Jenderal Qassem Soleimani, dalam serangan udara Amerika Serikat (AS).
Kapolda Metro Jaya Komjen Gatot Eddy Pramono resmi dilantik sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Ari Dono Sukmanto yang memasuki masa pensiun
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper menyatakan bahwa AS siap duduk bersama Iran
Letnan Jenderal Soleimani adalah tokoh internasional yang memainkan peran utama dalam mempromosikan keamanan di negara-negara kawasan, khususnya di Irak dan Suriah.
Dilaporkan bahwa Brigadir Jenderal William Seely, yang mengawasi Satuan Tugas AS Irak, mengirim surat kepada kepala komando operasi gabungan Irak pada Senin (6/1), kurang dari seminggu setelah AS membunuh Jenderal Qassem Soleimani Iran.
Putri sang jenderal, Zainab, dalam kerumunan peziarah mengecam Washington dan mengancam akan melakukan serangan balasan terhadap tentara AS yang ada di Timur Tengah.