Dalam studi ini, peneliti menemukan bahwa zat seperti kafein dapat mengubah respons bakteri terhadap antibiotik tanpa perlu mutasi atau gen kebal baru. Perubahan itu membuat beberapa antibiotik menjadi kurang efektif—bukan karena rusak, tapi karena bakteri belajar menghindarinya.
Wamentrans Viva Yoga menjelaskan, kolaborasi antarwilayah ini akan mempercepat pemerataan penduduk dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru. Kawasan transmigrasi, seiring waktu, diyakini akan menjadi pusat kegiatan ekonomi dan sentra pangan nasional.
Sebuah analisis berskala besar yang melibatkan hampir 30 juta orang di seluruh dunia mengungkap bahwa paparan jangka panjang terhadap polusi udara – terutama dari emisi kendaraan – berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit Alzheimer dan demensia vaskular.
Sebuah riset dari Sapien Labs, melibatkan data dari lebih dari 100.000 orang muda usia 18–24 tahun di berbagai negara, menemukan hubungan yang jelas antara kepemilikan smartphone di usia dini dan penurunan tajam kesehatan mental saat dewasa.
Setiap tanggal 26 Juli, dunia memperingati World Tofu Day atau Hari Tahu Sedunia—sebuah momen untuk menghormati makanan sederhana yang sarat nilai gizi, sejarah, dan makna budaya, yakni tahu.
Setiap 26 Juli, dunia memperingati Hari Mangrove Sedunia atau International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem. Peringatan ini ditetapkan oleh UNESCO sejak 2015 untuk meningkatkan kesadaran global terhadap pentingnya ekosistem mangrove.
Ketika dua objek hadir bersamaan, otak tidak mempercepat ritme untuk mengimbangi, tapi membaginya. Masing-masing objek hanya mendapat “jatah” sekitar 4 kilatan per detik, bukan 8. Ini menjelaskan kenapa multitasking memperlambat respons.
Amankah Konsumsi Singkong dan Kopi Bersamaan?
Lewat sebuah eksperimen berbasis gim sederhana, para peneliti menemukan bahwa sebagian orang bukan hanya membuat keputusan buruk – mereka tidak mampu berhenti melakukannya, bahkan setelah diberi tahu secara langsung bahwa tindakan mereka merugikan.
Penelitian terbaru dari Duke University mengungkap bahwa otak bisa mendeteksi sinyal kimia dari bakteri usus dalam waktu nyata, dan sinyal ini dapat langsung memengaruhi perilaku kita, termasuk nafsu makan, hanya dalam hitungan menit.