Keputusan itu dibuat karena perjuangan Australia membuka kembali saluran diplomatik dengan China untuk membahas dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang dan langkah Beijing memperlambat dan memblokir impor barang-barang Australia.
Pada Senin (6/12), Gedung Putih mengatakan pejabat pemerintah AS akan memboikot Olimpiade Musim Dingin karena "kekejaman" hak asasi manusia China, meskipun atlet AS bebas bepergian ke sana untuk bersaing.
Komentar itu muncul setelah Amerika Serikat (AS) mengatakan minggu ini bahwa mereka tidak akan mengirim pejabat pemerintah ke Olimpiade Musim Dingin 2022 karena "kekejaman" hak asasi manusia China.
Keputusan itu diambil setelah AS menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk berdebat dengan posisi apa yang akan diambil pada Olimpiade, yang diselenggarakan pada Februari tahun oleh negara yang dituduh melakukan "genosida" terhadap Muslim Uyghur di wilayah barat laut Xinjiang.
Yang paling akut mungkin adalah sikap China yang semakin agresif terhadap Taiwan, yang diklaim Beijing sebagai wilayahnya.
Boikot diplomatik di Olimpiade itu sebagai protes atas pelanggaran hak asasi manusia di China
Beijing menurunkan hubungan diplomatik dengan Lituania pada Minggu untuk menunjukkan kemarahan atas pemindahan kedutaan secara de facto.
China mewajibkan atlet dan ofisial tim untuk divaksinasi untuk menghindari 21 hari karantina menjelang Olimpiade, yang berlangsung dari 4 Februari hingga 20 Februari. Beberapa pengecualian untuk alasan medis dapat diberikan berdasarkan kasus per kasus.
Foto dan video Peng di turnamen anak-anak di Beijing yang diterbitkan pada hari sebelumnya tidak banyak membantu meredakan kegelisahan itu, menyusul absennya dari pandangan publik selama hampir tiga minggu.
Langkah itu ditujukan untuk memprotes catatan hak asasi manusia China, termasuk apa yang dikatakan Washington sebagai genosida terhadap minoritas Muslim.