Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Iwan Syahril, mengajak para akademisi, praktisi pendidikan, widyaiswara, pengawas sekolah di 111 kabupaten/kota daerah sasaran program untuk berpartisipasi.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan kembali membuka pendaftaran seleksi Calon Guru Penggerak dan seleksi Pengajar Praktik (pendamping) Program Guru Penggerak (PGP) angkatan 4 tahun 2021.
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, berharap pengelolaan pesantren bisa dimaksimalkan. Pesantren yang dikelola dengan baik bisa menjadi penggerak roda perekonomian untuk warga sekitarnya.
TCD merupakan salah satu lini bisnis PT JMRB yang diharapkan dapat menjadi penggerak roda perekonomian, khususnya bagi kawasan di sekitar jalan tol
Pendaftaran program Sekolah Penggerak akan berakhir pada 6 Maret 2021 mendatang. Karena itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengingatkan sekolah agar segera mendaftar.
Nadiem mengatakan, Guru Penggerak merupakan program yang dirancang untuk memberikan pembekalan kompetensi kepada para guru mulai dari jenjang TK/PAUD hingga SMA, guna menyiapkan guru dan kepala sekolah masa depan.
Di luar penggerak otonom, konsep mobilitas vertikal bisa menjadi langkah berikutnya untuk membawa pendekatan mobilitas kami ke masa depan.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menegaskan bahwa program Sekolah Penggerak bukan untuk menciptakan stereotip sekolah-sekolah unggulan.
Mendikbud mengatakan Program Sekolah Penggerak merupakan katalis untuk mewujudkan visi reformasi pendidikan Indonesia yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik melalui enam Profil Pelajar Pancasila.
Seleksi ini akan dilakukan mulai 18 Januari 2021, dan terbuka untuk guru jenjang TK, SD, SMP dan SMA.