Menurut Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi, kurikulum yang berjalan saat ini dipandang terlalu padat dan tidak efektif dalam penerapan kegiatan belajar dari rumah.
Korea Utara (Korut) akan kembali membuka sekolah-sekolah pada bulan ini, setelah ditutup akibat pandemi virus corona baru (Covid-19).
Dengan membuka lagi sekolah ditengah merebaknya Pandemi Covid-19, Apakah pemerintah ingin mempertaruhkan nyawa generasi muda.
Ketua Tim Covid-19 FPKS DPR RI Netty Prasetiyani Heryawan menilai wacana pembukaan sekolah di tengah pandemi Covid-19 sebagai ketergesaan yang berbahaya.
Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah menyarankan kepada Kemendikbud jika benar ingin membuka kembali proses belajar mengajar di sekolah, sebaiknya diuji dan dilakukan secara bertahap. Mengingat tingkat resiko penularan Covid-19 di daerah berbeda-beda.
Hal ini ditegaskan oleh Plt Direktur Jenderal PAUD Dasmen Kemdikbud, Hamid Muhammad dalam kegiatan bincang sore bersama awak media, pada Kamis (28/5) melalui konferensi video.
Nadiem Anwar Makarim membantah kabar bahwa sekolah akan dibuka kembali pada pertengahan Juli
Covid-19 mempengaruhi hampir di segala sektor seperti perkantoran, sekolah bahkan perbankan, dimana kemudian bisa mengubah pola masyarakat
Pandemi virus corona baru (Covid-19) telah membawa paradigma baru di tengah masyarakat. Salah satunya, orang tua dituntut menjadi pengganti guru sekolah untuk anak, sementara proses pembelajaran dilakukan di rumah.
Politikus PKS, Abdul Fikri Faqih meminta pemerintah dan pihak terkait lebih mencermati proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) dan wacana dibuka kembalinya sekolah di tengah pandemi corona (Covid-19)