Komunitas muslim Syiah kembali menjadi sasaran di Afghanistan. Belum tuntas kasus bom bunuh diri di masjid muslim Syiah di Kota Kunduz pekan lalu, pada Jumat (15/10) ini bom meledak di masjid Kota Kandahar.
Sebelumnya, Taliban memperingatkan PIA dan maskapai Afghanistan Kam Air bahwa operasi Afghanistan mereka berisiko diblokir kecuali setuju memotong harga tiket, yang telah melonjak ke tingkat di luar jangkauan sebagian besar warga Afghanistan.
Indonesia merdeka tidak datang tiba-tiba dari langit, melainkan hasil perjuangan darah, keringat dan air mata para pendiri bangsa, termasuk tokoh-tokoh Islam, tokoh-tokoh Kristen dan tokoh-tokoh agama yang lainnya.
Uni Eropa membuka pembicaraan dengan menjanjikan €1 miliar (US$1,2 miliar), termasuk uang untuk kebutuhan kemanusiaan yang mendesak dan tetangga Afghanistan yang menerima warga Afghanistan yang melarikan diri dari Taliban.
Taliban sejauh ini menolak memberikan alasan untuk mengizinkan anak perempuan kembali ke sekolah menengah, salah satu tuntutan utama masyarakat internasional setelah keputusan bulan lalu bahwa sekolah di atas kelas enam hanya akan dibuka kembali untuk anak laki-laki.
Taliban sendiri belum membuat komitmen tegas pada pendidikan anak perempuan meskipun ada tuntutan internasional untuk mengizinkan semua anak Afghanistan kembali ke sekolah.
Ada kemungkinan dana internasional atau uang dari aset Afghanistan yang diblokir akan dibayarkan ke badan-badan PBB dan organisasi non-pemerintah yang kemudian membayar gaji kepada warga Afghanistan di lapangan.
Dia bersaksi untuk terdakwa mantan penyidik KPK asal Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju
Amerika Serikat (AS) dan Inggris memperingatkan warganya untuk menghindari hotel di Afghanistan, beberapa hari setelah puluhan orang tewas di sebuah masjid
Khan dipuji sebagai pahlawan nasional karena mengubah negaranya menjadi kekuatan nuklir Islam pertama di dunia.