Pesawat Lion Air JT-610 beregistrasi PK LQP itu jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pada pekan lalu saat penerbangan ruter Jakarta-Pangkal Pinang yang menewaskan seluruh penumpang beserta pilot dan kru.
Mobile Hyperbaric Chamber dimuat dengan menggunakan Landing Craft Utility milik KRI Banda Aceh 593 kemudian masuk ke dalam kapal perang LPD tersebut.
Alasannya, uji terbang (pilot test) masih terus dilaksanakan hingga saat ini, guna mengetahui dan memetakan masalah saat N-219 terbang di angkasa.
Jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 pada Senin (29/10) pagi langsung menyita perhatian publik bahkan menjadi trending di media sosial. Hal itu membuat celah bagi oknum tertentu untuk menyebarkan berita-berita hoaks terkait peristiwa yang menelan korban 181 jiwa.
Mahyudin berharap agar pencarian dan identifikasi para korban cepat dilakukan agar keluarga para korban tenang dan investigasi cepat selesai dan dicari solusinya agar kejadian tidak terulang kembali.
Ada yang beda dalam peringatan Hari Uang tahun ini, insiden kecelakaan pesawat Lion Air JT 160 menorehkan duka mendalam bagi para pegawai dan pemimpin
Kepergian salah atau korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 160 ini menyisakan rasa kehilangan mendalam khususnya sang istri yang belum genap sebulan dinikahi.
Pemerintah Indonesia masih mampu melakukan pencarian terhadap korban dan badan pesawat yang jatuh tersebut.
Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengucapkan belasungkawa atas musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT610, Senin 29 Oktober 2018.
Komisi V DPR mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum mengusut penyebab kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 dengan rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di daerah Tanjung Karawang.