Amir lalu menanyakan perihal muatan durian yang dibawa oleh Sriwijaya Air SJ 091. Petugas dengan enteng menjawab bahwa pesawat tersebut berisi tiga ton durian.
Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono mengatakan akan menerbitkan laporan awal mengenai penyebab kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 PK-LQP yang jatuh di Perairan Karawang, bulan mendatang.
Upaya pencarian seluruh penumpang, kru dan pesawat JT-610 yang mengalami kecelakaan pada (29/10) di perairan Karawang, Jawa Barat terus dilakukan.
Sebanyak 78 pesawat telah diperiksa secara intensif (ramp check) oleh Kementerian Perhubungan (Kemhub), pasca tragedi jatuhnya Lion Air JT 610 pada Senin, 28 Oktober lalu.
Dengan penambahan waktu, sinergitas, soliditas seluruh tim gabungan, dan doa dari seluruh masyarakat, operasi SAR diharapkan dapat segera dituntaskan.
Operasi pencarian dan evakuasi kecelakaan Lion Air diperpanjang selama tiga hari. Jumlah kekuatan personel menjadi 1.324 dari hari sebelumnya 1.396 personel.
Untuk mengunduh data-data dari FDR tersebut, KNKT dibantu oleh National Transportation Safety Board (NTSB) Amerika Serikat, Transport Safety Investigation Biro Singapura dan Australian Transport Safety Biro.
Dengan penambahan waktu tersebut serta sinergitas dan soliditas seluruh tim gabungan yang terlibat dalam operasi SAR, dapat segera menyelesaikan operasi tersebut.
Maskapai penerbangan Iran Air sedang mencari untuk membeli pesawat dari perusahaan mana pun yang tidak memerlukan izin penjualan Amerika Serikat dan dapat mempertimbangkan Sukhoi Superjet 100 dari Rusia.
Uang kedukaan Rp 25.000.000 serta uang santunan meninggal dunia sesuai Peraturan Menteri nomor 77 Tahun 2011 yaitu Rp 1.250.000.000