Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjanji akan menghukuman Saudi jika bukti dalang hilangnya Khashoggi, meskipun ia mengatakan tidak akan menghentikan penjualan senjata miliar dolar ke Riyadh.
Presiden Turki Recep Tayip Erdogan menekankan pembentukan kelompok kerja bersama pada jurnalis yang hilang.
Politisi Partai Buruh, Emily Thornberry mengatakan, sudah ada cukup bukti untuk menunjuk hidung Saudi sebagai dalang dari kasus dugaan pembunuhan tersebut.
Kairo juga memperingatkan bahwa kasus tersebut rentan disalahgunakan untuk mengeksploitasi Riyadh secara politis.
Pembatalan tersebut diumumkan oleh perusahaan pada Minggu (14/10) kemarin, di tengah hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi, di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.
Pada Minggu (14/10), Saudi mengultimatum akan menjatuhkan sanksi kepada negara yang getol menuduh Saudi berada di balik kasus tersebut.
Khashoggi terakhir terlihat memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober. Beberapa media lokal menyebutkan bahwa pria itu dibunuh oleh Riyadh.
Brunson ditahan pada Desember 2016 dan didakwa di wilayah Aegean, provinsi Izmir karena menjadi anggota Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok di balik upaya kudeta yang gagal awal 2016
Michael Springman mengatakan pemerintah Saudi sudah menculik dan bahkan membunuh para pembangkang dan kritikus politik dari Libanon atau negara-negara Eropa.
Pengadilan Izmir memvonis penjara tiga tahun dan 45 hari penjara terkait kasus terorisme