Badan SAR Nasional (Basarnas) telah mengevakuasi sebanyak 195 kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. Dari 195 kantong jenazah, sebanyak 71 jenazah yang sudah diidentifikasi tim DVI RS Polri.
Basarnas kembali mengevakuasi sebanyak delapan kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. Dengan demikian, sebanyak 195 kantong jenazah yang sudah dievakuasi.
Delapan kantong jenazah berhasil dievakuasi tim penyelam Basarnas, Kamis (8/11/2018). Jenazah dievaluasi ke posko menggunakan KN SAR-231 Sadewa tepat pukul 18.10 WIB.
CVR sangat dibutuhkan untuk menyelidiki jatuhnya pesawat dengan cara mendengarkan perbincangan yang terjadi antara pilot dan co-pilot pesawat JT610.
Tim DVI Polri telah menerima sebanyak 186 kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610. Tadi malam tim DVI kembali menerima satu kantong jenazah.
Menurut fakta 80 persen kecelakaan pesawat komersial dilakukan pada pesawat dalam posisi tinggal landas atau akan mendarat.
Tidak asal naik pesawat, Anda juga harus memperhatikan barang-barang apa saja yang boleh masuk dalam bagasi atau kabin.
Danang Mandala Prihantoro membenarkan bahwa pesawat tersebut mengalami keterlambatan terbang, karena menyenggol tiang lampu pada ujung sayap sebelah kiri
Dalam video berdurasi 58 detik yang beredar di media sosial Facebook, tampak sayap pesawat tersebut mengalami kerusakan. Namun tak ada disebutkan adanya korban jiwa.
Myemasuki hari ke-sembilan tim SAR masih bersemangat melaksanakan operasi SAR di lokasi kejadian