Iran adalah mitra dagang Timur Tengah terbesar ketiga Korea Selatan sebelum AS secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 antara Teheran dan kekuatan dunia dan menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan.
Pernyataan itu disampaikan setelah permintaan Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian, untuk membebaskan aset senilai 10 miliar dolar sebagai isyarat niat baik.
Israel menuding Iran di balik serangan yang menyasar warganya di Siprus, setelah polisi di pulau Mediterania itu menangkap individu bersenjata sebelumnya.
Musuh lama yang memutuskan hubungan pada 2016 memulai pembicaraan pada April, pada saat Washington dan Teheran sedang mendiskusikan menghidupkan kembali pakta nuklir yang ditentang Riyadh dan sekutunya.
Bahrain dan Uni Emirat Arab menormalkan hubungan dengan Israel tahun lalu dalam kesepakatan yang ditengahi Amerika Serikat (AS) yang dikenal sebagai Kesepakatan Abraham. Sudan dan Maroko mengikutinya.
Kerajaan mendukung upaya internasional memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir dalam jangka pendek dan panjang.
Bennett menyerukan respons lebih lanjut komunitas internasional terhadap Iran dan menambahkan Iran telah melewati semua garis merah.
Akses yang dimaksud ialah memasang kembali kamera seperti yang disepakati bulan ini. Jika tidak, Washington mengancam Teheran akan menghadapi tindakan diplomatik oleh Dewan Gubernur IAEA.
Rusia berharap negosiasi di Wina antara Iran, Rusia, China, Prancis, Inggris dan Jerman akan dilanjutkan sesegera mungkin.