Temuan menunjukkan bahwa orang yang mengalami gangguan tidur setidaknya tiga kali seminggu selama lebih dari tiga bulan memiliki risiko 40 persen lebih tinggi untuk mengalami penurunan fungsi kognitif ringan atau demensia. Risiko ini tetap signifikan meskipun faktor lain seperti tekanan darah tinggi, apnea tidur, dan konsumsi obat sudah diperhitungkan.
Para peneliti menemukan bukti kuat bahwa kesepian dan isolasi sosial mengubah jalur biologis penting yang berhubungan dengan kekebalan, metabolisme, dan fungsi otak.
Sebuah studi terbaru dari King’s College London mengungkap kemungkinan alasan mengapa Alzheimer lebih banyak menyerang perempuan.
Kemampuan otak kita untuk fokus, menahan impuls, dan menyelesaikan tugas tidaklah tetap sepanjang hidup. Keterampilan yang dikenal sebagai kontrol kognitif ini, berkembang sejak kecil, mencapai puncak di usia dewasa muda, dan menurun perlahan saat menua.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep Medicine ini menyoroti pentingnya ritme tidur harian, bukan sekadar lamanya waktu tidur. Pola tidur yang terlalu ketat ternyata bisa menurunkan fleksibilitas fungsi otak.
Ini fakta menarik tentang melamun yang sering disepelekan oleh orang-orang
Sebuah studi dari University of California, Los Angeles menunjukkan bahwa orang yang otaknya merespons dunia dengan cara serupa cenderung lebih mudah menjadi teman dekat. Sebelum percakapan terjadi, otak mereka mungkin sudah lebih dulu “selaras”.
Study: Rutin Bantu Orang Lain Bisa Perlambat Penurunan Fungsi Otak hingga 20 Persen
Melalui kombinasi teknologi magnetoensefalografi dan algoritma FREQ-NESS, para ilmuwan kini bisa menyaksikan langsung bagaimana otak menyesuaikan dirinya saat mendengar suara.
Para peneliti memperkirakan total plastik yang ditemukan setara dengan sendok plastik sekali pakai dalam tiap otak, dan lebih tinggi lagi pada mereka yang menderita demensia