Jakarta, Jurnas.com - Setiap hari masyarakat mengetikkan karakter melingkar kecil pada papan ketik perangkat digital saat menuliskan alamat surel maupun menyebut akun di media sosial.
Karakter tersebut ialah simbol @ atau yang dikenal secara formal dalam bahasa Inggris sebagai commercial at. Meskipun saat ini telah menjadi paspor universal identitas digital di dunia maya, simbol tersebut sebenarnya menyimpan sejarah panjang yang berakar jauh sebelum era internet diciptakan.
Para peneliti menilai bahwa keberadaan simbol @ telah muncul sejak abad pertengahan. Berdasarkan catatan situs Oxford dan buku Letter by Letter: An Alphabetical Miscellany, karakter ini awalnya merupakan singkatan dari kata Latin ad yang berarti to, toward, atau at, yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai "pada" atau "di".
Menurut pakar etimologi Michael Quinion dalam World Wide Words, bentuk unik simbol ini tercipta dari kebiasaan para juru tulis abad pertengahan yang menulis huruf d dengan sapuan pena melengkung ke kiri hingga nyaris melingkari huruf a.
Sebelum diadopsi ke dalam sistem komputasi, karakter ini digunakan sebagai pintasan komersial dalam pencatatan akuntansi dan perdagangan untuk menyatakan harga satuan barang. Keberadaan simbol ini juga terekam dalam berbagai naskah sejarah di berbagai negara. Di Bulgaria pada tahun 1345, simbol @ ditemukan dalam manuskrip sejarah dunia sebagai perlambang kata "amin".
Sementara di Spanyol pada 1448, simbol tersebut tercatat dalam dokumen pengiriman gandum dari Castile ke Aragon, serta di Italia pada 1536 sebagai penanda ukuran kendi tanah liat milik pedagang Florence. Masyarakat di Italia bahkan menjuluki simbol ini sebagai snail atau siput, sementara sebagian lainnya mengaitkan bentuknya dengan kue strudel.
Revolusi besar bagi simbol @ terjadi pada musim gugur tahun 1971 melalui tangan insinyur komputer Ray Tomlinson. Saat bekerja di BBN Technologies untuk mengembangkan jaringan ARPANET milik pemerintah Amerika Serikat, Tomlinson menyempurnakan program pengirim pesan bernama SNDMSG (Send Message).
Agar pesan dapat terkirim dari satu mesin komputer ke komputer lain dalam jaringan, ia membutuhkan sebuah karakter khusus sebagai pemisah antara identitas pengirim dan nama komputer host penerima.
Saat mengamati papan ketik Teletype Model 33, mata Tomlinson tertuju pada simbol @. Pemilihan tersebut didasari alasan praktis karena simbol tersebut sudah tersedia di keyboard, jarang digunakan dalam pengejaan nama manusia atau lembaga, serta memiliki arti harfiah at (di/pada) yang tepat untuk menunjukkan bahwa pengguna berada di mesin komputer tertentu (NamaPengguna@NamaKomputer).
Selain itu, bentuk huruf a pada simbol tersebut juga kerap dianggap merepresentasikan kata address atau alamat. Tomlinson kemudian menguji coba format ini dengan mengirimkan pesan acak ke dirinya sendiri di komputer sebelahnya, yang menjadi tonggak lahirnya surel pertama di dunia.
Kini, penggunaan tanda @ kerap dijumpai untuk memisahkan nama pengguna (nickname) dengan domain pengelola server. Tanda ini memberikan identitas khusus yang membedakan alamat surel secara presisi dari alamat situs web (URL) maupun istilah teks biasa, sekaligus memastikan transaksi pesan digital di seluruh penjuru dunia tiba pada sasaran yang tepat.









