News

Trump Ancam Hancurkan Sisa Iran, Keputusan AS Segera Diumumkan

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran
Presiden AS Donald Trump (Foto: Dennis Schneidler-Imagn/Reuters)

Jakarta, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran. Trump mengatakan Washington mungkin harus “menghancurkan sisanya” jika diperlukan, seraya memberi isyarat bahwa keputusan mengenai langkah selanjutnya akan segera diumumkan.

Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, Kamis. Ia mengatakan pemerintahannya tengah mempertimbangkan apakah perlu mengambil tindakan lebih lanjut untuk memastikan ancaman dari Iran tidak terulang.

“Sekarang kami akan mengambil keputusan: Apakah kami ingin melangkah lebih jauh dan memastikan hal itu, dengan memastikan bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi lagi?” kata Trump.

Trump mengaku lebih memilih untuk tidak menghancurkan bagian lain dari Iran. Namun, ia tidak menutup kemungkinan mengambil langkah tersebut.

“Saya lebih memilih untuk tidak menghancurkan sisa negara itu, jika memungkinkan, tetapi mungkin saya harus melakukannya. Dan Anda akan segera mengetahuinya,” ujarnya.

Trump juga memperkirakan Iran membutuhkan waktu hingga 25 tahun untuk membangun kembali negaranya setelah perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel sejak Februari. Hingga kini, konflik tersebut belum terselesaikan.

Pernyataan Trump juga menyinggung laporan mengenai proposal Iran terkait masa depan program nuklirnya yang disebut telah disampaikan kepada Amerika Serikat melalui sejumlah mediator.

Saat ditanya apakah Washington terlibat dalam proses tersebut, Trump menegaskan bahwa Iran tidak akan mengambil langkah apa pun tanpa persetujuan Amerika Serikat.

“Mereka tidak melakukan apa pun tanpa persetujuan kami,” kata Trump. Pernyataan tersebut memperlihatkan sikap keras Trump terhadap Iran di tengah belum terselesaikannya konflik dan pembahasan mengenai masa depan program nuklir Teheran. (*)

Sumber: Anadolu

Tags: AS, Iran, Trump