JAKARTA, Jurnas.com – Hingga September 2025, lintasan penyeberangan Ajibata-Ambarita, Danau Toba, Sumatera Utara, berhasil mengangkut 481.076 orang penumpang.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo menegaskan bahwa lintasan Ajibata-Ambarita merupakan jalur vital yang menjadi gerbang utama menuju Pulau Samosir.
“Melalui layanan yang andal, aman, dan nyaman, kami ingin memastikan setiap wisatawan dapat menikmati keindahan Pulau Samosir dengan mudah,” ujar Heru melalui keterangannya, Minggu (26/10/2025).
Heru menambahkan, meningkatnya aksesibilitas wisata akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan peluang usaha baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Ketika wisata berkembang, roda ekonomi berputar, dan masyarakat sekitar ikut menikmati manfaatnya,” lanjutnya.
Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, menjelaskan bahwa keunikan Pulau Samosir terletak pada perpaduan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Harmoni antara kekayaan alam, hasil bumi, dan budaya yang khas menjadikan Samosir sebagai destinasi wisata yang istimewa,” kaatanya.
General Manager ASDP Cabang Danau Toba, Mario Sardadi, mengatakan, hingga September 2025, lintasan Ajibata – Ambarita juga telah melayani 11.751 kendaraan. Dari jumlah tersebut, kendaraan roda empat mendominasi sebanyak 78.393 unit, disusul kendaraan roda dua sebanyak 24.704 unit.
ASDP mengoperasikan dua kapal utama di lintasan ini, yakni KMP Ihan Batak dan KMP Pora-Pora. Keduanya melayani penyeberangan secara rutin setiap hari mulai pukul 07.30 WIB.
“Layanan kami beroperasi dengan jadwal teratur agar mobilitas masyarakat tetap terjaga. Hari Senin hingga Kamis berakhir pukul 18.00 WIB, sementara Jumat hingga Minggu diperpanjang hingga pukul 21.15 WIB untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan,” ujar Mario.






