https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Membahayakan, Pemerintah Mesir Larang Game Online PUBG

Untung Subagja | Minggu, 04/10/2020 03:05 WIB



Al-Azhar mengeluarkan peringatan terhadap bahaya game online seperti PUBG yang dapat ditimbulkan kepada anak-anak Tampilan depan Game Player Unknown`s Battlegrounds (PUBG)

Kairo, Jurnas.com -  Pemerintah Mesir keluarkan fatwa pelarangan terbatas game online PUBG menyusul tersiarnya kabar seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun meninggal karena serangan jantung akibat kecanduan bermain game online tersebut.

Dilansir Egypth Independent, Jumat (2/10/2020), dilaporkan bocah itu dibawa ke Rumah sakit Al-Salam di Port Said dengan ambulan.

Saat sampai di unit gawat darurat rumah sakit tersebut, petugas kesehatan mengonfirmasi bahwa bocah itu telah meninggal sebelum mencapai rumah sakit.

Baca juga :
Pidato Prabowo soal Dolar AS Jangan Jadi Alat Propaganda Politik

Pemeriksaan medis awal mengaitkan penyebab dari kematian bocah ini dengan serangan jantung, yang disebabkan peningkatan tekanan darah secara tiba-tiba dan obesitas.

Orangtua anak tersebut mengungkapkan, mereka menemukan anaknya dalam keadaan hidung berdarah, dan warna tubuh anaknya menjadi biru.

Baca juga :
Heri Black Irit Bicara Usai Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bea Cukai

Setelah itu mereka juga menemukan ponselnya di sebelah anak mereka dengan game PUBG yang masih berjalan.

Setelah keterangan tersebut, sebuah klaim diajukan kepada jaksa untuk melakukan penyelidikan. Penyelidikan awal atas kematiannya itu mencatat, bahwa bocah ini kecanduan bermain game buatan perusahaan China tersebut.

Baca juga :
Ketua Komisi VII: UMKM Harus Jadi Andalan Hadapi Goncangan Ekonomi Global

Menyusul kasus kematian bocah itu, Al-Azhar lembaga keagamaan tertinggi di Mesir mengeluarkan peringatan terhadap bahaya game online seperti PUBG yang dapat ditimbulkan kepada anak-anak.

Pusat Fatwa Al-Azhar menjelaskan, meskipun sekilas permainan online ini tampak sederhana, permainan ini menggunakan metode pskilogis yang kompleks untuk mendorong kecanduan dan kekerasan.

Permainan online tersebut menarik mereka yang ingin berpetualang karena mengeksploitasi sisi kompetitif mereka.

Dalam sistem permainan ini hanya pemain yang terkuat yang akan bertahan dan menjadi pemenang.

Mereka juga meminta kepada para sarjana, peceramah, guru, untuk menyebarkan kesadaran publik tentang masalah ini.

Al-Azhar juga menyarankan kepada orangtua termasuk memantau anak sepanjang waktu, dengan memeriksa aplikasi yang mereka gunakan. Juga memberi batasan waktu yang dihabiskan di perangkat atau ponsel mereka, dan mendorong untuk melakukan aktivitas lain seperti olahraga, dan belajar.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Mesir Game Online PUBG

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777