https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

MPR: Mari Gotong Royong Menghadapi Wabah Virus Corona

Herwin Wijaya | Selasa, 17/03/2020 20:35 WIB



Menghadapi masalah bangsa ini diperlukan kegotong-royongan dan solidaritas di antara anak bangsa Diskusi Empat Pilar MPR yang bertema “Ideologi Pancasila dalam kaitan Wabah Virus Corona” di Media Center MPR/DPR, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (17/3/2020).

Jakarta, Jurnas.com - Indonesia saat ini sedang menghadapi wabah virus Corona. Menghadapi masalah bangsa ini diperlukan kegotong-royongan dan solidaritas di antara anak bangsa. Inilah momentum untuk mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yaitu gotong royong, saling berbagi, saling mendukung, dan saling sinergi mengatasi masalah virus Corona ini.

Demikian rangkuman dari Diskusi Empat Pilar MPR yang bertema “Ideologi Pancasila dalam kaitan Wabah Virus Corona” di Media Center MPR/DPR, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (17/3/2020). Disikusi kerjasama antara Koordinatoriat Wartawan Parlemen dengan Biro Humas MPR RI dan BPIP ini menghadirkan narasumber Ketua MPR Bambang Soesatyo, Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Romo Benny Susetyo, Rumah Bhinneka Saut Situmorang, dan pakar komunikasi UI Prof Effendy Ghazali.

Ketua MPR Bambang Soesatyo menegaskan untuk menghadapi masalah wabah virus Corona perlu mengedepankan nilai-nilai Pancasila, yaitu gotong royong dan solidaritas antar sesama anak bangsa. Dia mencontohkan menjaga jarak (distancing) merupakan salah satu bentuk solidaritas, karena selain untuk melindungi diri sendiri juga membantu untuk tidak menularkan ke orang lain.

Baca juga :
Gugatan PLK di PTUN Jakarta Ancam Kepemilikan Aset Negara

Bentuk lain dari gotong royong dan solidaritas sosial, Bamsoet menyebut para konglomerat dan pengusaha untuk menyisihkan keuntungan dengan menyediakan masker dan antiseptic tangan bagi masyarakat yang kurang mampu. “Sisihkan sebagian keuntungan untuk membagikan masker, antiseptic tangan, dan vitamin-vitamin ke Puskesmas-Puskesmas. Inilah kegotong-royongan yang ingin kita kedepankan,” katanya.

Di balik musibah ini, Bamsoet melihat peluang yang bisa dimanfaatkan para pengusaha, yaitu berbisnis kekayaan rempah-rempah Indonesia, seperti jahe merah, dan lain-lain, serta buah-buahan dalam negeri. “Di samping musibah, tetapi juga bisa menjadi berkah,” ujarnya.

Baca juga :
Tingkatkan Mutu Pendidikan, PGRI Dorong Guru Adaptif Hadapi Perubahan

Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Benny Susetyo juga sependapat bahwa saat ini bisa menjadi momentum untuk mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Pancasila kalau diperas adalah gotong royong. Gotong royong adalah saling berbagi, saling mendukung, dan saling sinergi. Semua kekuatan elemen bangsa, partai politik, tokoh agama, dan semuanya saling bergotong royong mengatasi masalah ini,” paparnya.

Dia juga mencontohkan nilai-nilai Pancasila seperti sikap tenggang rasa, respek satu dengan yang lain. “Menjaga jarak, tidak keluar rumah, etika batuk, menggunakan masker, merupakan wujud dari nilai kemanusiaan. Nilai kemanusiaan itu peduli satu sama lain. Tidak memborong barang berlebihan itu artinya tidak menyusahkan orang lain. Itu menjaga persatuan. Jika masing-masing respek satu sama lain, artinya mengimplementasikan Pancasila dalam praktik kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Baca juga :
Komisi X DPR Akan Bawa Aspirasi Dosen PPPK ke Kemdiktisaintek

Sama halnya, Saut Situmorang mengatakan bencana besar seperti wabah Corona ini harus memperhatikan variabel-variabel kecil. Pancasila sudah mengingatkan soal variabel-variabel kecil itu seperti respek dengan orang lain, tenggang rasa, konsensus dengan orang lain, bijaksana di kerumunan. “Pancasila hari ini sedang diuji. Pancasila menjadi harapan, jalan, dan tujuan yang sekaligus memungkinkan kita untuk adil,” ujarnya.

Sementara itu pakar komunikasi UI, Prof Effendy Ghazali, menyebutkan tidak perlu ada lock down dalam konteks keamanan seperti menutup Bandara atau lainnya. “Yang diperlukan adalah social lock down atau self lock down, yaitu lock down oleh warga negara sendiri. Kita bisa melakukan social lock down atau self lock down. Modalnya adalah Pancasila dan gotong royong. Artinya, kita betul-betul menahan diri. Kita sikapi wabah virus Corona ini dengan Pancasila dan gotong royong,” katanya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777