https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

PMI di Saudi Mengaku Ditelanjangi, Hartanya Dirampas

Redaksi | Kamis, 15/08/2019 18:03 WIB



Sri mengaku telah ditelanjangi dan menjadi korban kekerasan sesama PMI di Kota Riyadh. Tidak hanya itu, harta benda perempuan asal Lombok Timur itu juga dirampas. PMI asal NTB, Sri Hartini

Jakarta, Jurnas.com – Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami kejadian memilukan di Riyadh, Arab Saudi.

Sri Hartini, demikian namanya, mengaku telah ditelanjangi dan menjadi korban kekerasan sesama PMI di Kota Riyadh. Tidak hanya itu, harta benda perempuan asal Lombok Timur itu juga dirampas.

Kepada Jurnas.com, Sri Hartini mengungkapkan bahwa nasib buruk itu berawal dari perkenalannya dengan pemilik akun Facebook bernama Oma Najwa. Oma Najwa, yang selanjutnya disebut Norah ini, merupakan pemilik salah satu rumah penampungan di Riyadh.

Baca juga :
Legislator NasDem Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke di Tanah Suci

Setibanya di rumah penampungan, alih-alih mendapatkan pelayanan baik, Sri Hartini mengaku ditelanjangi oleh Norah. Sementara laki-laki yang konon berstatus sebagai suami Norah, sempat memukul bagian perutnya.

“Untung tidak diperkosa,” kata Sri Hartini pada Kamis (15/8).

Baca juga :
Polemik Dam Haji Mengemuka, Jemaah Diminta Tak Bingung soal Perbedaan Fatwa

Perlakuan Norah semakin menjadi-jadi. Uang hasil gajian Sri Hartini selama dua bulan sebesar SAR4000 dirampas. Ponsel hasil kerja kerasnya juga disita.

“Dia juga menipu saya. Dia bilang emas ternyata imitasi,” ungkap dia.

Baca juga :
KJRI Jeddah Konfirmasi 19 WNI Diamankan Aparat Saudi Selama Musim Haji 2026

Sri Hartini sempat ingin kabur dari rumah penampungan Norah, lantaran sudah tidak kuat tinggal di tempat itu. Dia bahkan pernah melihat Nuroh menampar temannya hingga darah bercucuran, yang membuat dirinya trauma.

Beruntung, majikan terakhirnya berbaik hati. Sri Hartini diberi kesempatan pergi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Indonesia, untuk menyelesaikan kasus yang dialaminya.

Alhamdulillah majikan mengerti, saya disetopkan taksi dan suruh antar ke KBRI. Saya juga enggak menyangka kalau dia (Norah, Red) adalah petaka bagi saya dan teman lainnya,” tutur Sri Hartini.

Menyikapi kasus tindak kekerasan sesama PMI di Saudi, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Garda Buruh Migran Indonesia (BMI) mendesak KBRI Riyadh agar bekerja sama dengan pihak otoritas Saudi.

BMI berharap kasus ini dituntaskan hingga ke pengadilan, sebab ada indikasi penjualan manusia. Lebih lanjut, BMI juga meminta kepada semua korban untuk tidak takut bila diancam. (Kontributor Saudi/Ahyar)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Sri Hartini Pekerja Migran Arab Saudi

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Senin, 06/07/2026 17:15 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Kolombia

Selasa, 07/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Maroko

Selasa, 07/07/2026 11:44 WIB
Olahraga

Persib Resmi Lepas Andrew Jung dengan Harga Fantastis

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777