https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Pemerintah Genjot Pembangunan Wilayah Timur Indonesia

Herwin Wijaya | Selasa, 23/07/2019 16:45 WIB



Nusa Tenggara Timur memiliki karakteristik alam yang keras, sebagian wilayahnya susah air, kering, infrastruktur kurang sehingga aktifitas ekonomi kurang efisien. Menteri Desa PDT dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menjadi pembicara dalam Plenary Indonesia Development Forum 2019 bertema Mission Possible, Seizing the Opportunities of Future Work to Drive Inclusive Growth di Jakarta, Selasa (23/7/2019). Foto: Angga/KemendesPDTT

Jakarta, Jurnas.com - Pembangunan di Wilayah Timur Indonesia terus digenjot pemerintah. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mempercepat pertumbuhan Sumber Daya Manusia dan pengembangan ekonomi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, mengatakan Nusa Tenggara Timur memiliki karakteristik alam yang keras, sebagian wilayahnya susah air, kering, infrastruktur kurang sehingga aktifitas ekonomi kurang efisien.

Sejak pemerintahan Joko Widodo, NTT yang kering dibangun 7 bendungan diharapkan pertanian mulai membaik sehingga pendapatan masyarakat meningkat. Selain itu dikucurkannya dana desa diharapkan bisa membantu infrastruktur di NTT.

Baca juga :
Declan Rice Yakin Arsenal Siap Akhiri Penantian Panjang

"Kita juga berikan dana desa selama 5 tahun ini lebih dari 7,5 Triliun ke desa, kita harapkan dana desa bisa membantu infrastruktur di NTT, dan sama-sama berpartisipasi dalam pengawalan dana desa," ujarnya saat menjadi pembicara dalam Sesi Plenary Indonesia Development Forum (IDF) 2019 dengan tema "Mission Possible : Seizing the Opportunities of Future Work to Drive Inclusive Growth" di Assembly Hall 1 & 2 Jakarta Convention Center (JCC) Selasa (23/7).

Lebih lanjut, Mendes Eko mengajak untuk melibatkan dunia usaha, perbankan, dengan konsep klaster ekonomi pertanian dan pariwisata terintegrasi untuk membangun NTT. Juga dengan potensi sebagai penghasil garam nasional, NTT sedang mengembangkan tambak-tambak garam kerjasama dengan swasta, masyarakat, komunitas, pemerintah daerah, sehingga semua bisa berpartisipasi.

Baca juga :
Indonesia Kecam Serangan Israel ke Armada Bantuan Gaza

"Buat kluster ekonomi di desa-desa. Kemendes PDTT punya program Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), dengan model Prukades banyak membuka peluang kewirausahaan. Juga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bisa mengelola pariwisata. Kita sama-sama bangun NTT," ajaknya.

Dengan adanya IDF ini, ia berharap bisa memformulasikan satu bisnis model berdasarkan masukan dari semua stakeholder untuk menciptakan bisnis model yang cocok dan bisa mendengarkan aspirasi dari masyarakat NTT. "Saya yakin masyarakat NTT kemauannya keras," pungkasnya.

Baca juga :
Ancelotti Yakin Timnas Brasil Bisa Juara Piala Dunia 2026

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Josef Nae Soi mengatakan NTT memiliki SDA yang melimpah, salah satunya dengan mengembangkan sektor pariwisata.

"NTT punya pariwisata luar biasa. Untuk sejahtera kita mulai dengan pariwisata, karena pariwisata membuat mata rantai ekonomi masyarakat. Pariwisata berbicara tentang aksesibilitas, listrik, air minum, rumah layak huni, dan ini masih kurang di NTT," ujarnya.

Ia melanjutkan, dengan adanya dana desa Rp 3,3 Triliun di NTT dapat membantu dalam hal aksesibilitas dan pembangunan infrastruktur. Juga memicu awareness masyarakat, dan itu penting untuk pengembangan pariwisata.

"Bangun secara inklusif, mengentaskan kemiskinan tak perlu niru dari luar tapi dari kemampuan masyarakat itu sendiri. Kami mengirim anak-anak muda kami untuk belajar ke Luar Negeri dan saat kembali lagi jadi wirausaha-wirausaha muda. Mereka bisa mengembangkan pariwisata. Untuk peningkatan kualitas SDM kami menargetkan 100 taman baca di desa-desa, dan target akan membuat 22 desa model," terangnya.

Seorang pemudi dari NTT, Meybi Agnesya Lomanledo, Co-founder, Indonesian Organic Timor Moringa Field School telah mendirikan Sekolah Lapangan Kelor di NTT dua tahun lalu. Ia melihat potensi kelor yang melimpah di sana, dan manfaatnya untuk mengurangi stunting karena nutrisi yang terkandung di dalamnya.

"Saya buat Sekolah Lapangan Kelor, sehingga masyarakat bisa memaksimalkan yang ada, dari budidaya kelor sampai pasca panen. Bisnis modelnya, kami buat kebun kecil saja tapi untuk mengedukasi petani, kami yang punya teknologi, kami yang beli hasil bumi dari petani, ini merupakan gerakan sosial dan edukasi," jelasnya.

Sementara itu, Aleta Baun, 2013 Goldman Environmental Prize Winner, menjelaskan bagaimana pembangunan NTT kedepannya bisa inklusif dan masyarakat ikut berpatisipasi.

Semangat membangun berbasis dari kampung/desa, semangat pemberdayaan. Teknisnya perlu bangun bisnis model yang fokus dan terintegasi. Kolaborasi dengan berbagai pihak salah satu cara kreatif untuk proses pembangunan di NTT.

"Pemberdayaan komunitas, pembangunan dilakukan dengan melibatkan masyarakat yang ada di kampung, pemerintah, NGO dan akademisi, pembangunan yang saling menopang antar stakeholder.
Mereka (masyarakat NTT) kaya dengan SDA, mereka tidak miskin. Bagaimana meningkatkan pendampingannya, walaupun programnya kecil tapi sesuai kebutuhan masyarakat," terangnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR

Terkini | Rabu, 17/06/2026 14:44 WIB

News

Eropa Dilaporkan Siap Berdialog dengan Rusia Soal Ukraina

News

PPATK Minta Tanbahan Anggaran Rp516,4 Miliar untuk Tahun 2027

Info Desa

Rakernas PPDI, Mendes Ajak Perangkat Desa Kawal Asta Cita Presiden Prabowo

News

Optimalkan Pemberantasan TPPU, PPATK Usul Tambahan Anggaran Rp516,4 M

News

Polri Ajukan Tambahan Anggaran Sebesar Rp66,1 Triliun untuk 2027

News

RS Harus Berikan Layanan Inklusif dan Berkualitas untuk Semua Kalangan

News

Dolfie Minta DJP Susun Klaster Penghasilan untuk Ukur Kesejahteraan Rakyat

News

Anggota DPR: Nobar Piala Dunia Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal dan UMKM

News

Polri Ajukan Tambahan Anggaran Rp66,1 Triliun di RAPBN 2027

News

Filipina Kucurkan Rp106,52 Miliar untuk Pemulihan Gempa Mindanao

News

Pengungsi Mulai Kembali ke Lebanon Menyusul Kesepakatan Iran-AS

News

Libur Sekolah, InJourney Airports Siap Layani 5,46 Juta Penumpang

News

Dua Lansia Terluka Akibat Kebakaran Rumah di Setiabudi Jaksel

News

Polisi Siapkan 4.576 Personel Gabungan Amankan Demo di Jakarta

Gaya Hidup

Studi: Alam Semesta Mengembang Lebih Cepat, Energi Gelap Masih jadi Misteri

News

Kenapa Kelahiran Nabi Muhammad Tidak Jadi Penanda Tahun Baru Islam?

News

Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Tak Ada Perbaikan pada Sistem

News

Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777