https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Analis Khawatir AS Jual Tenaga Nuklir ke Arab Saudi

Supianto | Rabu, 20/02/2019 06:33 WIB



Ada kekhawatiran akan melanggar hukum AS terkait transfer teknologi. Putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Bandar Algaloud/Saudi Kingdom Council/Anadolu Agency)

Washington, Jurnas.com - Pemerintahan Trump mendahuli keputusan Kongres Amerika Serikat (AS) untuk mempercepat penjualam pembangkit listrik tenaga nuklir AS ke Arab Saudi, meskipun ada kekhawatiran akan melanggar hukum AS terkait transfer teknologi.

Analis keamanan khawatir teknologi itu akan mempermudah Arab Saudi memproduksi senjata nuklir di masa depan, yang berpotensi menjadi ajang perlombaan senjata di Timur Tengah.

Anggota parlemen AS khawatir tentang stabilitas kepemimpinan Saudi di bawah Putra Mahkota Mohammed bin Salman karena pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi dan perang di Yaman.

Baca juga :
Mauricio Souza: Persija Bukan Tim yang Mudah Dibaca Lawan

Beberapa "whistleblower" yang tidak disebutkan namanya telah mengajukan peringatan tentang upaya Gedung Putih untuk mempercepat transfer teknologi nuklir AS yang sangat sensitif untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir baru di Arab Saudi.

"Pengungkap fakta yang muncul telah memperingatkan tentang konflik kepentingan di antara penasihat Gedung Putih top yang dapat berimplikasi pada undang-undang pidana federal," kata Perwakilan Elijah Cummings, ketua komite Demokrat, dalam surat 19 Februari kepada Gedung Putih.

Baca juga :
Ini Enam Amalan Sunnah Sebelum Salat Idul Adha

Komite sedang menyelidiki upaya oleh perusahaan-perusahaan tenaga nuklir AS untuk memenangkan persetujuan administrasi Trump untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya.

Konsorsium IP3

Baca juga :
Igor Tolic Resmi Jadi Pelatih Baru Persib Bandung

International, konsorsium produsen tenaga nuklir yang mulai melobi selama masa transisi Trump pada akhir 2016 dan awal 2017 untuk memenangkan persetujuan presiden mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir di Arab Saudi.

Baru-baru ini, Trump bertemu pada 12 Februari dengan perwakilan Internasional IP3 dan CEO produsen energi nuklir utama AS untuk membahas pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir di Yordania dan Arab Saudi

Menurut laporan Bloomberg News, pertemuan itu diprakarsai oleh pendiri IP3, pensiunan Angkatan Darat Jenderal AS, Jack Keane.



Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Arab Saudi

Terpopuler

Selasa, 23/06/2026 12:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Uzbekistan

Selasa, 23/06/2026 14:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Ghana

Rabu, 24/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swedia vs Jepang

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777