https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

KST Butuh Sentuhan Industri Jangkar

Redaksi | Jum'at, 14/12/2018 00:53 WIB



Salah satu fungsinya yakni menjadi angle investor, guna menjamin permodalan dengan bunga terjangkau bagi tenant dan perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT). Bandung Techno Park salah satu KST di Jawa Barat (Foto: IPB)

Jakarta – Kolaborasi industri jangkar (anchor industry) dibutuhkan dalam upaya mendorong kematangan kawasan sains dan teknologi (KST). Demikian disampaikan oleh Direktur Kawasan Sains, Teknologi, dan Lembaga Penunjang Lainnya, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Dr. Ir. Lukito Hasta.

Untuk melakukan hilirasasi produk-produk inovasi secara massal, kata Lukito, kolaborasi KST dan industri jangkar sangat penting. Salah satu fungsinya yakni menjadi angle investor, guna menjamin permodalan dengan bunga terjangkau bagi tenant dan perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT).

“Kolaborasi ini juga dapat menguntungkan industri jangkar, karena akan mendapatkan kemudahan dalam memanfaatkan akses fasilitas KST,” terang Lukito kepada awak media pada Kamis (13/12) dalam acara Forum Nasional Kawasan Sains Dan Teknologi (KST) II.

Baca juga :
20 Mei 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Lukito menuturkan, hingga akhir 2018, Kemristekdikti telah mengembangkan sejumlah KST di daerah, di antaranya Papua Barat Science Park, Sumbawa Science Park, Kalimantan Utara Science Park, Solo Techno Park, MSTP Jepara, Sragen Techno Park, Palembang Techno Park, Riau Techno Park, Kaur Techno Park, Puslit Koka Science Park dan PPKS Science Park.

Sementara perguruan tinggi yang mengembangkan KST antara lain Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Science Park, Universitas Gajah Mada (UGM) Science Park, Institut Teknologi Bandung (ITB) Science Park, Universitas Padjajaran (Unpad) Science Park, Institut Pertanian Bogor (IPB) Science Park, Universitas Indonesia (UI) Science Park, dan Universitas Andalas (Unand) Science Park.

Baca juga :
Sering Dianggap Remeh, Ini Bahaya Konsumsi Makanan Gosong bagi Tubuh

Untuk ITS Science Park, kata Lukito, produknya saat ini sudah tinggal menunggu waktu untuk dinikmati oleh masyarakat, yakni motor listrik Gesits.

Adapun KST lainnya yang sudah menggandeng industri yakni Solo Techno Park dengan PT. Prosan Alam Hijau, UGM Science Park dengan PT Phapros, ITB Science Park dengan PT Sinar Mas, dan Unpad Science Park dengan PT Darya Padma Enoes.

Baca juga :
Ciptakan Ruang Aman, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Bentuk Satgas PPKPT

Sebagaimana Peraturan Presiden (Perpres) No. 106 Tahun 2017 tentang Kawasan Sains dan Teknologi, Kawasan Sains dan Teknologi (KST) adalah Wahana yang dikelola secara professional untuk mengembangkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan melalui  pengembangan, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan penumbuhan perusahaan pemula berbasis teknologi.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Techno Park Industri Jangkar

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777