https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Benarkah Pria Playboy Alami Gangguan Mental?

Eka Wahyu Pramita | Senin, 19/11/2018 06:31 WIB



Pria yang seksis atau playboy jarang meminta bantuan tenaga profesional untuk mengatasi masalah kejiwaaanya. Pria yang seksis atau playboy jarang meminta bantuan tenaga profesional untuk mengatasi masalah kejiwaaanya (Foto: Shutterstock)

Jakarta - Seorang pria yang merasa dirinya berkuasa atas perempuan atau sering berperilaku playboy cenderung memiliki masalah psikologis daripada yang menghargai lawan jenis.

Temuan ini berdasarkan penelitian American Psychological Association. Temuan tersebut dirangkum dari 78 riset yang melibatkan 20.000 laki-laki yang didominasi kulit putih tetapi juga melibatkan kelompok Afrika dan Asia.

Peneliti mengukur peserta dengan menggunakan 11 norma yang mencerminkan perilaku maskulinitas kuno. Lalu, peneliti mencari aspek positif dan negatif kesehatan mental objek.

Baca juga :
Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara Terkait Pemerasan Sertifikasi K3

Seperti yang dilansir dari laman Huffington Post, sebelas norma yang menjadi ukuran adalah keinginan menang, membutuhkan kontrol emosi, mengambil risiko, kekerasan, dominasi, berorientasi pada hubungan sosial, mandiri, mempentingkan pekerjaan, berkuasa atas perempuan, menghina homoseksual, dan mengejar status.

Semakin banyak laki-laki yang mempunyai 11 aspek tersebut, menghasilkan dampak negatif seperti stress, depresi, terlalu cemas, penyalahgunaan zat terlarang, dan citra tubuh yang buruk.

Baca juga :
Presiden Lebanon Siap Tempuh Cara Mustahil Setop Perang

"Seksisme ternyata tak hanya berbahaya bagi orang lain tetapi juga diri sendiri," kata Kepala Peneliti Universitas Indiana di Bloomingtoon, Amerika Serikat, yang juga psikolog, Joel Wong. Parahnya lagi, laki-laki yang seksis atau playboy jarang meminta bantuan tenaga profesional untuk mengatasi masalah kejiwaaanya.

Namun tak semua perilaku maskulin berisiko buruk terhadap kesehatan mental. Mengutamakan pekerjaan dan berani mengambil risiko masih mempunyai dampak positif bagi kejiwaan.

Baca juga :
Pemerintah Ajak Anak Muda Jadi Pelopor Pembangunan Kawasan Transmigrasi

Sayangnya, kekurangan penelitian ini tidak menelaah lebih lanjut hubungan aspek maskulin dengan ras, tingkat pendidikan, afiliasi politik, dan pengaruh budaya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Pria Playboy Masalah Psikologis Gangguan Mental

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777