https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kesehatan Reproduksi Sebaiknya Masuk Kurikulum SMP

Mutiul Alim | Senin, 29/10/2018 01:30 WIB



Menurut Linda, mengajarkan siswa tentang reproduksi, khususnya kesehatan payudara, sangat penting guna mendorong mereka melakukan deteksi dini, bila menemukan ancaman kanker payudara. Ilustrasi Payudara

Jakarta – Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Agum Gumelar mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), supaya memasukkan mata pelajaran kesehatan reproduksi dalam kurikulum sekolah menengah pertama (SMP).

Menurut Linda, mengajarkan siswa tentang reproduksi, khususnya kesehatan payudara, sangat penting guna mendorong mereka melakukan deteksi dini, bila menemukan ancaman kanker payudara.

“Dengan sendirinya nanti mereka tahu dan paham, sehingga tidak perlu lagi kami (YKPI, red) berkeliling untuk menyosialisasikan deteksi dini,” kata Linda kepada awak media akhir pekan lalu dalam acara `Temu Penyintas Kanker Payudara se-Indonesia ke-3` di Jakarta.

Baca juga :
Plt Sesjen MPR Bagikan Kisah Inspiratif Lawan Ketakutan Deteksi Dini

Linda memaparkan, saat ini kanker payudara menempati pembunuh nomor satu di Indonesia. Dari seluruh kasus kanker, 42 persen di antaranya merupakan kanker payudara.

Hal ini semakin diperparah dengan enggannya masyarakat melakukan deteksi dini, serta lebih memilih pengobatan alternatif atau herbal. Akibatnya, 70 persen penderita kanker payudara datang ke dokter saat sudah berada dalam stadium lanjut.

Baca juga :
Jenis Makanan yang Bisa Tingkatkan Potensi Kanker Payudara

Kondisi inilah menurut Linda perlu diperbaiki. Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) era Kabinet Bersatu itu berharap sosialisasi kesehatan payudara dan deteksi dini menyasar kalangan SMP, yang umumnya telah melewati masa haid pertama.

“Anak-anak sekarang sudah lebih canggih. Mereka bisa akses website. Di sana ada soal SADARI (Periksa Payudara Sendiri), tapi mungkin tidak akan lihat itu, karena dianggap tidak penting” ujarnya.

Baca juga :
Faktor Risiko Kanker Payudara yang Sering Tidak Disadari

“Tapi kalau diajarkan di sekolah, mau penting atau tidak, mereka pasti bakal ambil,” tegasnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kanker Payudara Pendidikan Reproduksi Kemdikbud

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777