https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Air Terjun Tiu Dua, Spot Wisata Kreasi Desa Batudulang

Rizki Ramadhan | Rabu, 12/09/2018 07:01 WIB



Tak hanya Air Terjun Tiu Dua, Desa Batudulang juga memiliki spot wisata lain yang diberi nama menara spot selfie. Spot wisata ini menyajikan pemandangan luas dari ketinggian yang sangat cocok untuk dijadikan spot selfie. Air Terjun Tiu Dua di Desa Batudulang, Kecamatan Batu Lanteh, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Objek wisata ini akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Foto: Wahyu Wening

Sumbawa - Air Terjun Tiu Dua berada di Desa Batudulang, Kecamatan Batu Lanteh, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ekowisata yang dikembangkan oleh sekelompok pemuda desa ini telah dua tahun dikelola oleh desa.

"Wisata ini pertama dikembangkan oleh Pokdarwis (Kelompok Pemuda Sadar Wisata). Kemudian kita dapat bantuan dari pariwisata, dibantu plasa-plasa sehingga dikenal oleh masyarakat luas. Pokdarwisnya juga rajin posting-posting di facebook, sehingga orang banyak tahu," kata Khairudin, Kasi Pemerintahan Desa Batudulang.

Khairudin mengatakan, wisata Tiu Dua rencananya akan dikelola secara profesional oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Untuk sementara waktu, pengelolaan wisata masih dipercayakan kepada Pokdarwis.

Baca juga :
Mendes Yandri Harap GP Ansor Manfaatkan Jaringan Dukung Pembangunan Desa

"Pokdarwis dulu pertama baru kita bentuk BUMDes. Baru penyertaan modal dari dana desa. Tapi sebelumnya kita akan kerja sama dulu dengan dinas pariwisata, karena ini ada unsur pariwisatanya, dan ada unsur dari kehutanan karena ini adalah kawasn hutan," terangnya.

Tak hanya Air Terjun Tiu Dua, Desa Batudulang juga memiliki spot wisata lain yang diberi nama menara spot selfie. Spot wisata ini menyajikan pemandangan luas dari ketinggian yang sangat cocok untuk dijadikan spot selfie.

Baca juga :
Komisi V Pertanyakan Kemendes PDTT Putus Kontrak Sepihak TPP Desa

"Sebelum sampai ke Tiu Dua kan kita welewati spot selfie dulu. Kalau ke air terjun ini gratis, tapi kalau ke spot selfie bayar Rp5 ribu per orang sekaligus parkir motor. Kalau bawa mobil Rp7 ribu. Kalau air terjun ini hanya sebagai daya tarik, bonus sebenarnya. Yang penting kalau orang mau ke air terjun, kan mereka bayar parkir, beli makanan," ujarnya.

Khairudin mengakui, omzet yang diperoleh dari dua spot wisata tersebut masih sangat kecil sekitar Rp,5 juta per tahun. Ramainya pengunjung juga masih tergantung musim seperti hari libur dan perayaan hari-hari besar saja. Ketika ramai, pengunjung bis mencapai hingga 500 pengunjung per hari.

Baca juga :
Fahri Hamzah Dorong Desain Ulang Masa Depan Bima dan Pulau Sumbawa

"Kalau ke air terjun ini karena medannya masih sulit, harus melewati hutan dan jalan kaki, masih sangat sepi yang datang. Kecuali kalau beramai-ramai, makan-makan di sini (Tiu Dua). Kalau tidak ramai-ramai biasanya ndak mau," ujarnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info Kemendes Mendes PDTT Sumbawa

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777