https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mahyudin: Banyak Hal Membuat Nasionalisme Luntur, Empat Pilar MPR Merefresh Itu Semua

Herwin Wijaya | Selasa, 28/08/2018 13:04 WIB



Bangsa Indonesia banyak yang tidak menyadari bahwa sejak era awal kemerdekaan hingga saat ini banyak upaya-upaya untuk melemahkan bahkan menghilangkan Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia. MPR

Batu - Bangsa Indonesia banyak yang tidak menyadari bahwa sejak era awal kemerdekaan hingga saat ini banyak upaya-upaya untuk melemahkan bahkan menghilangkan Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia.

Jadi, banyak sekali upaya sistematis yang tidak ingin bangsa ini mengingat lagi hal yang sangat fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yakni Pancasila.

Beberapa upaya tersebut antara lain, tokoh sentral PKI DN. Aidit waktu itu menyampaikan bahwa Pancasila itu alat pemersatu bangsa tapi kalau Indonesia sudah bersatu, Pancasila tidak dibutuhkan lagi Pancasila. Puncaknya adalah peristiwa G 30 S PKI. Upaya lainnya adalah pemberontakan DI/TII, Permesta dan lainnya.

Baca juga :
MPR Terapkan WFH-WFA dan Pembatasan Listrik Mulai 1 April

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua MPR RI DR. H. Mahyudin, ST, MM dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kerjasama MPR dengan P4TK, KNPI Jatim, dan RH Center, di Gedung Krakatau, Kompleks Gedung PPPPTK PKn dan IPS, kota Batu, Jawa Timur, Selasa (28/8/2018).

Hadir dalam acara tersebut anggota MPR RI Ir. H. Ridwan Hisham, Kepala P4TK PKn dan IPS Drs.H. Subandi dan ratusan sekitar 500 lebih peserta guru-guru PKn dan IPS serta anggota KNPI se kota Batu.

Baca juga :
Legislator PKS: Salah Langkah Diplomasi Bisa Ganggu Ekspor dan Fiskal

"Jadi kita lihat sejarah dari Indonesia merdeka sampai sekarang sudah berapa kali upaya mengganti Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara itu tapi Alhamdulillah selalu gagal total termasuk pemberontakan fenomenal G 30 S PKI. Pancasila ternyata masih sakti," katanya.

Era kekinian, lanjut Mahyudin, ancaman-ancaman tersebut belum surut bahkan terus muncul dengan berbagai wujud baru antara lain, narkona, masuknya pemahaman-pemahaman radikal mendegradasi nasionalisme anak bangda sampai kemajuan teknologi dan media sosial pun bisa menggerus nasionalisme anak bangsa terutama generasi muda jika tidak bijak dan hati-hati dalam menggunakannya.

Baca juga :
Pimpinan MPR Dorong Aksi Cepat Hadapi Krisis Iklim

"MPR dengan Sosialisasi Empat Pilarnya (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika) adalah upaya negara untuk membendung berbagai potensi ancaman tersebut dengan merefresh kembali pemahaman anak bangsa Indonesia akan nilai-nilai luhur bangsa," ujarnya.

Namun, Mahyudin mengingatkan bahwa segala upaya merefresh kembali pemahaman nilai-nilai luhur bangsa butuh peran dan kiprah aktif seluruh anak bangsa.

"Intinya, semua saling mengingatkan satu sama lain menjadi agen pemahaman Pancasila di lingkungan sekitarnya seperti peran para guru dam pendidik yang sangat strategis perannya di lingkungan sekolah dan dunia pendidikan," tandasnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta MPR Mahyudin

Terpopuler

Jum'at, 24/07/2026 15:34 WIB
Info Bank BNI

BNI Tegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas

Sabtu, 25/07/2026 10:21 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Indonesia vs Kamboja

Jum'at, 24/07/2026 09:05 WIB
Gaya Hidup

Apakah Lidah Buaya Bisa Menumbuhkan Rambut Botak?

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777